Breaking News:

Mudik 2021 Dilarang, Ini Syarat Bagi Pelaku Perjalanan NonMudik Selama Idul Fitri 1442H

Pemerintah secara resmi telah mengumumkan larangan mudik 2021 yang berlaku mulai Kamis (6/5/2021).

TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH
Ilustrasi - Pemudik menggunakan kereta api dari Stasiun Senen, Jakarta Pusat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah secara resmi telah mengumumkan larangan mudik 2021 yang berlaku mulai Kamis (6/5/2021).

Larangan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi pada Jumat (26/3/2021).

Larangan mudik tersebut akan berlaku mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Baca juga: Larangan Mudik Diberlakukan, PT KAI Masih Tunggu Kebijakan Operasional Kereta Lokal

"Larangan mudik akan mulai pada 6-17 Mei 2021. Sebelum dan sesudah waktu tersebut, diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan ke luar daerah, kecuali betul-betul dalam keadaan mendesak dan perlu," kata Muhadjir, dilansir dari Kompas.com, Rabu (21/4/2021).

Menurut Muhadjir, pemerintah memutuskan melarang mudik lebaran dengan pertimbangan tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya libur Natal dan Tahun Baru pada 2020.

Pemudik menata barang bawaannya di dalam kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/7/2016). Warga pendatang di Jakarta mulai mudik ke kampung halaman dengan menggunakan kereta api ke sejumlah kota tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pemudik menata barang bawaannya di dalam kereta api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/7/2016). Warga pendatang di Jakarta mulai mudik ke kampung halaman dengan menggunakan kereta api ke sejumlah kota tujuan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. (KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Selama masa mudik 2021, sejumlah perjalanan mudik menggunakan moda transportasi apapun baik darat, laut, dan udara tidak diperbolehkan.

Namun, untuk perjalanan mendesak (nonmudik) seperti bekerja perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan keluarga duka, anggota keluarga meninggal, ibu hamil dengan didampingi satu orang keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang boleh dilakukan.

Lantas apa saja persyaratan bagi pelaku perjalanan nonmudik selama masa Idul Fitri 1442H?

Dilansir dari akun Instagram @kemenhub151, berikut syarat pelaku perjalanan nonmudik selama masa Idul Fitri 1442H:

1. Wajib memiliki print out Surat Izin Perjalanan atau Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) disertai identitas pelaku perjalanan dari dan ditandatangi oleh:

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved