Breaking News:

Jarang Diketahui, Pramugari Sering Kentut dan Alami Perut Kembung Selama Penerbangan

Seperti penumpang lainnya, pramugari juga sering kentut dan alami perut kembung selama penerbangan berlangsung.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Abdul Haerah HR
unsplash.com/@neonbrand
Ilustrasi pramugari dan penumpang pesawat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Melakukan penerbangan selama belasan jam rupanya tidak mudah bagi seorang pramugari.

Seperti halnya penumpang pesawat, pramugari juga sering kentut dan mengalami perut kembung selama penerbangan berlangsung.

Gas yang menumpuk membuat perut kembung dan cara terbaik untuk mengeluarkan gas tersebut dengan kentut.

Baca juga: 6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Traveler saat Bepergian, Termasuk Ketinggalan Pesawat

Seorang mantan pramugari Virgin Atlantic,Mandy Smith mengungkapkan, pramugari sering mengalami perut kembung dan kentut selama penerbangan.

Dalam bukunya yang berjudul Cockpit Fever, Mandy menjelaskan perut kembung merupakan kondisi yang tidak menyenangkan ketika sedang melakukan penerbangan.

Mengutip dari Express.co.uk, Sabtu (13/3/2021), ketika Mandy masih menjadi pramugari pemula, ia dipasangkan dengan seorang rekan pramugari yang menjelaskan mengenai perut kembung yang sering dialami pramugari selama penerbangan.

Ilustrasi - Pramugari yang sedang bertugas di kabin pesawat.
Ilustrasi - Pramugari yang sedang bertugas di kabin pesawat. (Flickr.com/ Paul Stocker)

"Terbang berjam-jam seperti yang kita lakukan membuat perutmu membengkak seperti balon. Kamu akan menjadi septic tank berjalan dan kentut seperti polisi," kata rekan Mandy.

Dari rekan tersebut, Mandy mendapat rahasia bagaimana kentut ikut berpengaruh terhadap penumpang.

Mandy pun mendapatkan istilah khusus yang biasa digunakan pramugari untuk kentut yakni crop dusting atau yang lebih dikenal dengan Eau de Boeing.

"Biarkan (kentut) keluar saat berjalan menyusur bangku penumpang," saran rekan pramugari.

"Seragam (pramugari) akan berbau kentut, kami menyebutnya Eau de Boeing," tulis Mandy dalam bukunya.

Sementara itu, seorang pramugari lainnya, Amanda Pelva mengungkapkan, kentut sering digunakan pramugari untuk membalas penumpang yang menganggu selama penerbangan.

"Crop dusting (kentut) adalah sesuatu yang bau. Jika seorang penumpang bersikap sangat kasar dan sulit diberi tahu, maka pramugari bisa saja kentut melewati penumpang yang mengganggu," ujar pramugari Amanda Pelva.

Mengutip laman Kompas.com, Ahli Gastrienterologi dari New York, Dr. Lawrence J. Brandt mengibaratkan perut sebagai balon, di mana saat berada di ketinggian, tekanan yang mengelilingi balon berkurang dan gas di dalamnya meningkat.

"Hal yang sama terjadi pada tubuh. Saat tekanan di sekitar berkurang, gas di perut tidak dibatasi dan meluas. Ini membuat perut kembung dan menjadi buncit," kata Brandt.

Untuk mencegah perut kembung, Brandt memberikan beberapa cara yang bisa traveler lakukan sebelum bepergian menggunakan pesawat, di antaranya:

1. Konsumsi obat pencahar

Jika traveler rentan terhadap konstipasi, Brandt merekomendasikan untuk mengonsumsi obat pencahar.

Konsumsilah sehari atau dua hari sebelum melakukan penerabangan untuk meminimalisir jumlah kotoran di tubuh.

"Bakteri di usus besar adalah penghasil gas dalam perut," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved