Breaking News:

Ramadan 2021

Mengenal Tradisi Dugderan di Semarang, Ritual Jelang Ramadan dengan Maskot 'Warak Ngendok'

Mengenal awal mula tradisi dugderan di Kota Semarang yang digelar dalam rangka menyambut bulan Ramadan, ada maskot warak ngendok yang punya filosofi.

indonesia-heritage.net
Tradisi Dugderan yang dilakukan jelang bulan Ramadan di Semarang. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mengenal awal mula tradisi dugderan di Kota Semarang dalam menyambut bulan Ramadan.

Sudah menjadi rahasia umum bila Indonesia dihuni oleh beragam suku dan etnis.

Setiap kelompok dari suku-suku dan etnis-etnis tersebut memiliki keunikan dan caranya masing-masing dalam menghadapi momen penting.

Nah, bulan Ramadan jadi salah satu momen penting yang dirayakan oleh masyarakat Indonesia.

Sebab, penduduk negara ini didominasi oleh orang-orang yang memeluk agama Islam atau seorang Muslim.

Dalam menyambut bulan Ramadan, masyarakat Indonesia yang beragama Muslim memiliki perayaannya masing-masing.

Baca juga: Di Arab Saudi, Orang yang Bangunkan Sahur di bulan Ramadan Dibayar dan Jadi Pekerjaan, Seperti Apa?

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memukul bedug dimulainya tradisi dugderan, Kamis (25/5/2017).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memukul bedug dimulainya tradisi dugderan, Kamis (25/5/2017). (KOMPAS.com/NAZAR NURDIN)

Tak terkecuali masyarakat Kota Semarang di Jawa Tengah.

Semarang punya tradisi unik dalam menyambut bulan Ramadan, yakni tradisi dugderan.

Tak hanya dilakukan oleh umat Muslim, tradisi ini dihadiri juga oleh seluruh masyarakat Semarang yang tidak beragama Islam.

Dugderan telah menjadi pesta rakyat yang dilaksanakan tepat sehari sebelum puasa Ramadan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved