Breaking News:

Di Arab Saudi, Orang yang Bangunkan Sahur di bulan Ramadan Dibayar dan Jadi Pekerjaan, Seperti Apa?

Tradisi bangunkan sahur di bulan Ramadan tak hanya eksis di Indonesia, tetapi juga di Arab Saudi, bedanya di Arab Saudi ini adalah sebuah pekerjaan.

Gulf Life
Tradisi Musaharati di Arab Saudi, di mana orang membangunkan masyarakat untuk sahur di bulan Ramadan. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Keramaian di waktu sahur pada bulan Ramadan di Indonesia sudah jadi sebuah tradisi yang lekat dengan bulan puasa.

Jika tiba waktu sahur, akan ada sekelompok orang yang akan berkeliling sambil memukul beduk untuk membangunkan sahur.

Namun, di masa pandemi, tradisi ini tak bisa dilakukan karena tidak diperbolehkan untuk membuat kerumunan.

Jika pun masih ada, tradisi tersebut tidak akan dilakukan dengan ramai orang.

Nah, ternyata tradisi semacam ini tak hanya ada di Indonesia, lho!

Tradisi membangunkan sahur di bulan Ramadan ini juga eksis di Arab Saudi.

Bedanya, kegiatan membangunkan sahur di Arab Saudi itu merupakan sebuah pekerjaan yang pelakunya dibayar.

Baca juga: 5 Tradisi Jelang Ramadan di Pulau Jawa, Mulai dari Nyorog di Betawi hingga Dandangan di Kudus

Seorang mesaharati membangunkan orang untuk sahur saat bulan Ramadan.
Seorang musaharati membangunkan orang untuk sahur saat bulan Ramadan. (Gulf Life)

Nama tradisi itu adalah Musaharati, pekerjaan yang tugasnya berjalan sambil memukul gendang di pemukiman penduduk untuk membangunkan umat Muslim makan sahur.

Di Provinsi Syarqiyah, pekerjanya disebut dengan nama Abu Tabila.

Orang dewasa dan anak-anak sering mengintip dari jendela untuk menyaksikan Abu Tabila lewat dengan memukul genderangnya yang kecil sambil merapalkan doa.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved