Breaking News:

Urutan DNA Tertua di Dunia Ditemukan pada Gigi Mammoth yang Hidup Lebih dari 1 Juta Tahun Lalu

Para ilmuwan telah menemukan urutan DNA tertua di dunia dari seekor mammoth yang hidup lebih dari satu juta tahun yang lalu.

Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Nurul Intaniar
Flickr/ Geoff Peters
Ilustrasi - Para ilmuwan telah menemukan urutan DNA tertua di dunia dari seekor mammoth yang hidup lebih dari satu juta tahun yang lalu. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Para ilmuwan telah menemukan urutan DNA tertua di dunia dari seekor mammoth yang hidup lebih dari satu juta tahun yang lalu.

Genom tersebut berasal dari gigi mammoth yang diawetkan di permafrost Siberia timur, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Wednesday.

Melansir laman People, Jumat (19/2/2021), sebuah tim peneliti mengekstrak DNA dari tiga gigi molar raksasa yang digali pada 1970-an.

Genom kuno diprakirakan berusia antara 1,3 juta dan 1,65 juta tahun, kata studi tersebut.

Sebelum penemuan ini, sampel DNA tertua yang tercatat berasal dari kuda yang hidup antara 560.000 dan 780.000 tahun lalu, CNN melaporkan.

"DNA ini sangat tua. Sampelnya seribu kali lebih tua dari sisa-sisa Viking dan bahkan mendahului keberadaan manusia dan Neanderthal," Love Dalén, seorang profesor genetika evolusioner di Center for Palaeogenetics di Stockholm, mengatakan kepada CNN.

Baca juga: Temuan Mengejutkan Para Ilmuwan, Ada Dunia Tersembunyi di Bawah Es Antartika

DNA juga mengidentifikasi jenis baru mammoth berbeda dari spesies mammoth Siberia yang sebelumnya diketahui hidup lebih dari dua juta tahun lalu, menurut penelitian tersebut.

Beberapa ekor mammoth masih hidup, pada masa piramida Mesir sedang dibangun.
Para ilmuwan telah menemukan urutan DNA tertua di dunia dari seekor mammoth yang hidup lebih dari satu juta tahun yang lalu. (brightside.me)

Para peneliti mengatakan mereka yakin spesies yang baru ditemukan ini kemudian memunculkan spesies mammoth Amerika Utara.

"Ini sangat mengejutkan kami. Semua penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hanya ada satu spesies mammoth di Siberia pada saat itu, yang disebut stepa mammoth," kata rekan penulis studi, Tom van der Valk, kepada CNN.

Para ilmuwan mengatakan meskipun lapisan es telah membantu melestarikan genom, menyatukan untaian kecil DNA seperti menyusun teka-teki gambar dengan lebih dari satu miliar keping.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved