Breaking News:

Dibanderol dengan Tarif Lebih Murah, GeNose Jadi Pilihan Syarat Naik Kereta Api saat Pandemi

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 resmi mengizinkan rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menggunakan alat deteksi COVID-19 GeNose.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Dok. PT KAI
Pelanggan kereta api jarak jauh mematuhi protokol kesehatan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 resmi mengizinkan rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menggunakan alat deteksi COVID-19 GeNose di stasiun kereta api dan terminal bus.

Untuk saat ini, penggunaan alat deteksi COVID-19 GeNose masih dalam tahap persiapan.

"Saat ini dalam tahap persiapan. Hari ini Satgas menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 5 yang sudah menyebutkan penggunaan GeNose untuk kereta api," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati ketika dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Aturan tersebut tertera dalam Satgas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca juga: Berlaku Mulai 5 Februari, PT KAI Akan Gunakan GeNose untuk Pengecekan Covid-19

SE tersebut berlaku efektif mulai 26 Januari-8 Februari 2021, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid kedua.

"Untuk di kereta api nantinya, GeNose ini menjadi salah satu pilihan. Rapid test antigen dan PCR masih berlaku," jelas Adita.

Artinya, calon penumpang kereta api bisa memilih antara tiga metode tes Covid-19.

Calon penumpang bisa memilih untuk menyerahkan hasil bukti negatif RT-PCR atau rapid test antigen sebelum keberangkatan.

Situasi di dalam gerbong kereta api.
Situasi di dalam gerbong kereta api. (DOK. HUMAS KAI)

Atau bisa juga memilih untuk melakukan tes GeNose langsung di stasiun.

Namun, kata Adita, hal tersebut hanya bisa dilakukan di stasiun yang sudah menyediakan layanan GeNose tersebut.

Hal tersebut juga tertera dalam SE Satgas Nomor 5 Tahun 2021.

Untuk pelaku perjalanan kereta api antarkota masih wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau negatif rapid test antigen.

Sampel RT-PCR dan/atau rapid test antigen tersebut harus diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.

Sementara ketentuan terkait GeNose tertera dalam protokol poin C nomor iv yang berbunyi, "Khusus untuk perjalanan dengan menggunakan kereta api di luar kawasan satu aglomerasi, selain menggunakan RT-PCR dan rapid test antigen atau GeNose test."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved