Breaking News:

Imbas Covid-19, Layanan Kereta Api Populer di Eropa Ini Terancam Bangkrut

Eurostar, jalur kereta api populer yang menghubungkan Inggris ke daratan Eropa tengah menghadapi masalah keuangan akibat pandemi Covid-19.

Flickr/ Hans Dinkelberg
Ilustrasi layanan kereta api Eurostar yang menghubungkan Inggris ke kota-kota besar di Eropa. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Eurostar, jalur kereta api populer yang menghubungkan Inggris ke daratan Eropa telah melaporkan masalah keuangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Kini, Eurostar dilaporkan sedang mencari bantuan dari pemerintah setempat untuk tetap bertahan.

Jumlah pengendara turun hingga kurang dari 1 persen dari tingkat sebelum pandemi berlangsung, The Associated Press melaporkan pada Selasa (19/1/2021).

Pemilik layanan kereta mengatakan bahwa situasinya sangat kritis bagi Eurostar.

"Tanpa dana tambahan dari pemerintah, ada risiko nyata bagi kelangsungan hidup Eurostar," kata perusahaan kereta itu dalam sebuah pernyataan kepada The Associated Press.

Melansir laman Travel + Leisure, Kamis (21/1/2021), jumlah penumpang telah turun sekitar 95 persen sejak Maret 2020.

Baca juga: Mencoba Sensasi Naik Kereta Gantung di Lereng Kaki Gunung Merapi Klaten

Layanan kereta api Eurostar beroperasi melintasi Selat Inggris untuk menghubungkan Inggris dengan Prancis, Belgia, dan Belanda.

Pada hari biasa, akan ada beberapa kereta harian yang beroperasi di antara kota-kota besar di Eropa.

Layanan kereta api Eurostar tengah menghadai masalah keuangan akibat pandemi Covid-19.
Layanan kereta api Eurostar tengah menghadai masalah keuangan akibat pandemi Covid-19. (Flickr/ sbamueller)

Namun akhir-akhir ini, kondisinya sangat berbeda.

"Ada satu perjalanan pulang pergi yang berjalan antara London dan Paris, dan satu lagi yang berjalan antara London dan Brussel-Amsterdam. Dan kereta ini hanya terisi 10 persen dari kapasitas penuh penumpang," kata Jean-Pierre Farandou, CEO kereta negara Prancis SNCF yang memiliki 55 persen saham Eurostar.

Sejalan dengan hal itu, sebuah komunitas di Inggris telah meminta bantuan pemerintah untuk menjaga masa depan Eurostar.

Komunitas tersebut mendesak Departemen Keuangan dan Departemen Transportasi Inggris untuk memberikan pinjaman kepada Eurostar yang didukung oleh Bank of England.

Seperti diketahui, pinjaman tersebut juga telah tersedia untuk maskapai penerbangan internasional sebagai bantuan di tengah pandemi.

Eurostar juga meminta pengurangan sementara biaya akses lintasan yang dibayarkan untuk penggunaan jalur kereta berkecepatan tinggi Inggris.

CEO Eurostar, Jacques Damas, mengatakan bahwa dia berharap pemerintah empat negara yang dilayani jalur kereta api akan mengoordinasikan upaya untuk menjaga layanan tetap berjalan.

Selama pandemi, Eurostar mewajibkan penumpang untuk mengisi dokumen sebelum perjalanan yang membuktikan bahwa mereka bebas dari gejala Covid-19 dan mengenakan masker saat berada di dalam kereta.

Baca juga: Viral di TikTok, Sebuah Mobil Mewah Parkir di Tengah Rel Kereta Api

Baca juga: Kereta Api Ini Mampu Melaju hingga 350 Kilometer Per Jam di Bawah Suhu Nol Derajat

Baca juga: Skotlandia Perkenalkan Kereta Tenaga Hidrogen Pertama, Mulai Beroperasi Akhir Tahun Ini

Baca juga: Jembatan Kereta Api di Brebes Putus Akibat Banjir, Operasional Perjalanan KA Kembali Normal

Baca juga: Viral di Medsos, Wanita Ini Jual Kain Tanda Jarak Sosial yang Diambil dari Kereta Sebagai Crop Top

(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved