TRIBUNTRAVEL.COM - Singapura akan melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 bagi semua turis yang masuk ke negara tersebut mulai 24 Januari mendatang.
Karena kebijakan ini, pengunjung juga diharuskan membawa minimal 30.000 dolar dalam asuransi perjalanan mulai 31 Januari.
Kebijakan ini berlaku untuk semua turis yang masuk melalui Bandara Changi, termasuk warga Singapura dan penduduk tetap.
Dilaporkan Channel News Asia, untuk memfasilitasi tes Covid-19, turis dianjurkan untuk mendaftar dan membayar di muka sebelum berangkat ke Singapura.
Saat ini, Singapura mewajibkan tes Covid-19 negatif yang diambil dalam 72 jam sebelum keberangkatan untuk siapa saja yang bukan warga negara atau penduduk tetap dan baru-baru ini bepergian ke negara berisiko tinggi.
Baca juga: Bolehkah Wisatawan yang Sudah Divaksin Covid-19 Berkunjung ke Singapura?

Melansir dari Travel+Leisure, Singapura memperketat pembatasannya dalam upaya membatasi penyebaran virus corona baru yang lebih menular dan telah muncul di seluruh dunia.
Oleh sebab itu, Singapura mewajibkan siapapun yang bepergian dari Inggris atau Afrika Selatan untuk mengisolasi diri selama 21 hari.
Dengan rincian 14 hari di fasilitas karantina dan 7 hari tambahan di rumah.
Sementara itu, untuk memantau karantina turis, Singapura menggunakan perangkat pemantauan elektronik dan drone untuk memastikan turis mematuhi aturan karantina.
Singapura sejauh ini melaporkan kurang dari 60.000 kasus Covid-19 dan 29 kematian.
Namun pada Rabu (20/1/2021), negara itu mengonfirmasi empat kasus baru yang ditularkan secara lokal.
Pemerintah di Singapura mengatakan 36 wisatawan dengan Covid-19 saat ini berada di tempat karantina.
Sebelumnya, Singapura mempertimbangkan untuk mengendurkan pembatasan perjalanan untuk mereka yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.
Seperti dilansir dari Reuters, hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala Satuan Gugus Tugas Covid-19 Singapura pada Senin (4/1/2021).
“Ada beberapa studi terkait efektivitas vaksin dalam mengurangi risiko transmisi, dan kami sedang mengawasi hal tersebut dengan seksama,” kata Lawrence Wong dalam parlemen.
Namun, seperti dilansir The Straits Times, Lawrence Wong yang juga adalah Menteri Pendidikan Singapura mengatakan bahwa untuk saat ini, Singapura masih tetap akan melakukan pendekatan yang hati-hati.

Para pelaku perjalanan yang sudah divaksin tetap harus diperiksa sesuai kebijakan di perbatasan.
Mereka juga tetap diwajibkan untuk melakukan karantina, sama seperti para pelaku perjalanan yang belum divaksinasi.
Pernyataan tersebut muncul di tengah peluncuran vaksinasi besar-besaran di beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Singapura, setelah pemerintah menyetujui penggunaan darurat bebeapa vaksin yang baru dikembangkan.
Namun, hingga kini masih belum jelas bagaimana keberadaan vaksin akan mempengaruhi perjalanan.
Pasalnya, masih belum jelas sebesar apa vaksin bisa mengurangi risiko transmisi dan infeksi, serta berapa lama efek tersebut akan berlangsung.
Namun, dengan adanya pengawasan seksama dari pemerintah Singapura terkait efektivitas vaksin dalam mengurangi risiko transmisi Covid-19, Lawrence Wong mengatakan bahwa kegunaan utama vaksin adalah melindungi mereka yang sudah divaksinasi.
Maka dari itu, ada kemungkinan bahwa vaksin bisa saja mengurangi penyebaran virus.
Walaupun hingga kini, seberapa besar vaksin bisa mengurangi penyebaran virus tersebut masih belum diketahui dengan jelas.
“Jika ada bukti jelas risiko transmisi bisa dikurangi secara signifikan, kami tentu saja akan mempertimbangkan beberapa relaksasi terkait SHN (stay home notice atau karantina) untuk para pelaku perjalanan yang sudah divaksin,” pungkasnya.
Baca juga: Panduan Bepergian ke Singapura di Masa Pandemi Covid-19
Baca juga: Demi Bertemu Tunangan, Pria Inggris Ini Langgar Aturan Karantina Singapura: Divonis 6 Bulan Penjara
Baca juga: 10 Tempat Wisata di Singapura Buat Animal Lovers, Harus Coba Serunya Night Safari
Baca juga: 6 Fakta Patung Merlion, Ikon Singapura yang Kini Bisa Dijumpai di Indonesia
Baca juga: Hotel di Singapura Beri Asuransi Senilai Rp 2,6 Miliar Jika Tamunya Terinfeksi Corona saat Menginap
(TribunTravel.com/Sinta Agustina)