Breaking News:

Mengenal Museum Seks Pertama dan Tertua di Dunia, Venustempel Sex Museum di Amsterdam

Museum Venustempel atau Temple of Venus merupakan museum seks pertama dan tertua di dunia yang hingga kini masih bisa dikunjungi di Amsterdam.

Instagram/@jelleduwe
Museum Seks Venustempel di Amsterdam. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Di dunia ini ternyata ada museum seks pertama dan tertua, yakni Museum Venustempel atau yang juga dikenal sebagai Temple of Venus.

Museum Venustempel ini terletak di pusat kota Amsterdam, Belanda.

Museum ini memamerkan banyak koleksi lukisan tubuh manusia, permainan seks dan sejumlah patung berukuran manusia.

Selain itu, Venustempel juga memiliki patung selebriti Hollywood, Marilyn Monroe yang ukurannya hampir sama seperti aslinya.

Saat berkunjung ke museum ini, pengunjung akan diajak untuk lebih mengenal tubuh mereka melalui berbagai macam instalasi seni erotis.

Baca juga: 6 Museum Unik di Amsterdam, Torture Museum Berisi Alat Penyiksaan Manusia

Melalui instalasi seni, pengunjung bisa menjelajahi evolusi seksual manusia sepanjang abad dan belajar mengenai edukasi seks.

Berbeda dengan museum biasanya, instalasi yang dipamerkan oleh Museum Venustempel tak jarang membuat takjub.

Pasalnya, seksualitas yang ada pada beberapa abad lalu tergolong lebih terbuka dan lebih bebas jika dibandingkan dengan zaman sekarang.

Dibuka pada tahun 1985, Museum Venustempel awalnya hanya memiliki beberapa barang erotis dari abad ke-19.

TONTON JUGA:

Meski begitu, barang-barang tersebut langsung menarik perhatian masyarakat.

Bahkan museum tersebut memiliki lebih dari 500 ribu pengunjung setiap tahunnya.

Seluruh koleksi seni yang terdapat di Museum Venustempel merupakan koleksi pribadi dari pemilik museum.

Museum Venustempel memiliki 3 lantai dan seluruh koleksi seni di dalamnya dikelompokkan sesuai dengan tema yang ada di setiap lantai.

Galeri dan lorong yang ada di museum juga dinamai sesuai dengan nama sederet figur terkenal dalam dunia erotisme.

Ketika pengunjung memasuki pintu utama di lantai dasar, kamu akan disambut oleh sebuah pahatan besar Venus.

Museum Seks Venustempel, Amsterdam, Belanda.
Museum Seks Venustempel, Amsterdam, Belanda. (Dok. Iamsterdam)

Kemudian, kamu bisa langsung tentukan pilihan untuk berkunjung ke Casanova Gallery, Marquis de Sade Hall, atau Fanny Hill Street.

Akan tetapi, menurut laman resmi panduan wisata Belanda, wisatawan biasanya akan mengunjungi Casanova Gallery terlebih dahulu karena mereka lebih familiar dengan nama tersebut.

Nama galeri tersebut diambil dari nama Giacomo Girolamo Casanova.

Ia merupakan seorang penulis Italia yang dikenal sebagai penakluk wanita.

Di lantai satu musem, kamu bisa menjelajahi Valentino Gallery, Catharina the Great Hall, the Venus Gallery, Oscar Wilde Hall, dan Marquise de Pompadour Hall.

Sementara di lantai dua, kamu bisa berkunjung ke Vargas Hall.

Selama pandemi, museum yang terletak di Damrak 18, Amsterdam ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 19.00 waktu setempat.

Usia minimal pengunjung agar diperbolehkan masuk adalah 16 tahun.

Harga tiket masuknya adalah 5 euro atau sekitar Rp 77.000.

Baca juga: Moskow, Amsterdam, dan 6 Destinasi Populer di Dunia yang Dijuluki Kota Dosa

Baca juga: Waterbuurt, Perumahan Apung di Belanda yang Dibangun dengan Fasilitas Canggih

Baca juga: Harga Tiket Masuk Museum Ullen Sentalu Jogja, Hidden Gem di Yogyakarta untuk Libur Akhir Tahun 2020

Baca juga: Mengunjungi Museum Anti Covid-19 di Wuhan China, Terdengar Suara Tangisan Pasien

Baca juga: Museum Sumpah Pemuda, Kost-kostan yang Menjadi Saksi Sejarah Lahirnya Sumpah Pemuda

Ikuti kami di
Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved