Breaking News:

Berani Langgar Instruksi Pramugari, Penumpang Pesawat Dapat Ditangkap Secara Hukum

Menurut sejumlah undang-undang penerbangan di seluruh dunia, saat pesawat mengudara, pramugari memiliki tanggung jawab untuk melakukan penegakan hukum

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Abdul Haerah HR
unsplash.com/@neonbrand
Ilustrasi pramugari dan penumpang pesawat. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bagi penumpang, pramugari tampak seperti pelayan yang siap menyajikan makanan dan minuman, tapi kenyataannya tidak demikian.

Pramugari dilatih khusus untuk menangani hampir setiap kemungkinan keadaan darurat di dalam pesawat, dan memegang kekuatan khusus saat berada di udara.

Padahal menurut sejumlah undang-undang penerbangan di seluruh dunia, saat pesawat mengudara, pramugari memiliki tanggung jawab untuk melakukan penegakan hukum jika diperlukan.

Artinya, sampai mereka berada di daratan, dalam hal ini pasukan polisi dari negara manapun mereka berada akan mengambil alih.

Baca juga: Ikut Diturunkan Paksa dari Pesawat Seusai Temuan Bayi Prematur di Bandara, Nenek Ini Beri Kesaksian

Ini berarti jika ada penumpang yang menolak mengikuti perintah yang berkaitan dengan keselamatan semua orang di dalam pesawat, maka mereka dapat menghadapi konsekuensi besar.

Seorang pramugari mengungkapkan betapa sederhananya pelanggaran ini.

Ilustrasi pramugari sedang memberi safety instructions kepada penumpang.
Ilustrasi pramugari sedang memberi safety instructions kepada penumpang. (Flickr/ Bernal Saborio)

Melalui forum Reddit yang dilansir dari laman Express.co.uk, Sabtu (31/10/2020), pramugari sebuah maskapai penerbangan berkata, "Anda bisa dan mungkin akan ditangkap karena tidak mematuhi instruksi kru."

"Ya, tanda sabuk pengaman menyala dan kami memiliki PA yang menunjukkan turbulensi," sambungnya.

"Jika saat ini tidak terjadi turbulensi itu berarti anda bisa bangun dan menggunakan toilet, anda sudah dewasa dan bisa menahan buang air kecil selama lima menit," lanjutnya.

Penumpang yang tidak mematuhi perintah pramugari dapat berakibat buruk, itulah mengapa mengikuti perintah itu sangat penting.

"Ya, saya telah melihat penumpang mengalami retak tulang belakang karena tidak mematuhi instruksi kami untuk tetap duduk sebelum turbulensi berhenti," imbuh mereka.

Dalam kebanyakan kasus, pramugari dilatih untuk meredakan situasi daripada mengancam.

Menurut Mantan Pengacara, Robert Charles Lee, pramugari memiliki lima hak dasar sesuai dengan berbagai perjanjian dan konvensi udara.

Dalam pasal 10 Konvensi Tokyo yang dijadikan sandaran dalam mempertimbangkan kejahatan penerbangan misalnya.

Situasi yang mengancam pramugari dikatakan memiliki hak untuk mengambil tindakan pencegahan yang wajar tanpa meminta ijin.

Tonton juga:

Jika situasi tidak dapat dikendalikan oleh pramugari, dengan bantuan penumpang, pilot akan segera diberitahu.

Setelah di udara, pilot dianggap sebagai panglima tertinggi.

Jika ada adegan yang terjadi secara dramatis, hal itu dapat mengakibatkan pesawat dialihkan ke personel polisi terdekat di darat.

Insiden ini juga dilaporkan ke kontrol lalu lintas udara.

Baca juga: Seorang Penumpang Pria Ditahan karena Coba Buka Pintu Darurat saat Pesawat Sedang Terbang

Baca juga: Keren! AirCar Ini Bisa Terbang Layaknya Pesawat di Ketinggian 457 Meter

Baca juga: Staf Penerbangan Akui Ada Beberapa Bagian Pesawat yang Tak Selalu Dibersihkan

Baca juga: Tak Dengar Imbauan Pramugari, Penumpang Tunarungu Dikeluarkan Paksa dari Pesawat

Baca juga: Ada Tiket Pesawat Murah dari Berbagai Maskapai hingga Akhir Tahun, Berikut Rinciannya

(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved