Breaking News:

DAMRI Kini Layani Rute Kawasan Wisata Ijen, Tarif Tiketnya Mulai Rp 15 Ribu

Wisatawan dan masyarakat Bondowoso bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kawasan Ijen.

Instagram/wesselduijff
Kawah Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Berwisata ke Ijen dari Bondowoso kini semakin mudah.

Wisatawan dan masyarakat Bondowoso bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata di Kawasan Ijen.

Mengunjungi Kawasan Ijen bisa lebih mudah karena Perum DAMRI bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyediakan layanan angkutan wisata Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) rute Jember-Bondowoso-Ijen.

Inovasi ini merupakan upaya DAMRI dalam mengakomodir kebutuhan transportasi darat dan Pemulihan Ekonomi pada sektor wisata.

Baca juga: Wisatawan di Bondowoso Diharuskan Hormat Bendera Merah Putih karena Tak Pakai Masker

Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso, Bayu Aji Prabowo mengatakan pelayanan transportasi pada rute tersebut sudah mulai beroperasi sedari Senin (19/10/2020).

"Namun, untuk launchingnya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak DAMRI," katanya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (20/10/2020).

Ia menjelaskan terkait operasional dan pengelolaan moda transportasi merupakan wewenang Perum DAMRI.

Namun, pihaknya diminta untuk berperan serta dalam mendukung layanan ini dengan membangun sarana-prasarana.

Rencananya, DLHP Bondowoso akan membangun shelter di 6 titik, yakni di Museum Kereta Api Bondowoso, Simpang Gardu Atak, Simpang Sumber Gading, Teras Kopi BRI Kluncing, Area Parkir Sempol dan Paltuding.

"Shelter ditempatkan di titik tersebut guna menyangga tempat-tempat wisata di sekitarnya. Dalam pembangunan shelter kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso," ujarnya.

Apabila shelter tersebut telah terbangun, lanjut Bayu, pihaknya bakal menyiapkan angkutan pengumpan berupa ojek wisata.

Nantinya, angkutan berbasis masyarakat itu akan dikelola kelompok sadar wisata desa setempat.

Selain itu, nantinya ada shelter terpadu di Museum Kereta Api dan Paltuding.

Di shelter tersebut akan dilengkapi, antara lain, dengan papan promosi wisata, jadwal keberangkatan, dan produk UMKM binaan Dinkop UKM.

Halaman
12
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved