Breaking News:

Seluruh Tempat Wisata di Solo Sudah Dibuka Kembali, Tak Ada Syarat Khusus Selain Protokol Kesehatan

seluruh tempat wisata di Solo sudah dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

TRIBUN SOLO/Eka Fitriani
Museum Radya Pustaka, Solo 

TRIBUNTRAVEL.COM - Kota Surakarta atau juga dikenal dengan Solo merupakan salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah.

Selain terkenal akan kulinernya, Solo juga memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Setelah sempat tutup akibat pandemi virus corona (Covid-19), seluruh tempat wisata di Solo kini sudah dibuka kembali.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan mengatakan, seluruh tempat wisata di sana sudah dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Harga Tiket Masuk ke Paw Pafe Cafe, Tempat Nongkrong Baru di Solo Bagi Pecinta Kucing

“Semua sudah buka, tetapi dengan tanggal masing-masing, jadi tidak serentak. Sebelum buka, dilakukan simulasi dan cek kesiapan,” kata dia kepada Kompas.com, Sabtu (3/10/2020).

Beberapa tempat wisata yang sudah buka, di antaranya adalah Museum Radya Pustaka, Museum Keris Solo, dan Pura Mangkunegaran.

Selanjutnya Taman Balekambang, Museum Batik Danar Hadi, Museum Tumurun, Museum Keraton Surakarta, Taman Satwa Taru Jurug, dan sejumlah kampung batik.

Jika wisatawan dari luar Jawa Tengah ingin berkunjung, Hasta menuturkan bahwa Kota Surakarta tidak memiliki syarat khusus untuk berwisata, kecuali wajib mematuhi protokol kesehatan.

Adapun, protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, rajin cuci tangan, tidak berkerumun, dan saling jaga jarak, baik di dalam maupun luar tempat wisata.

Masih sepi pengunjung

Meski saat ini seluruh tempat wisata di Surakarta sudah dibuka kembali, kunjungan wisatawan terbilang masih cukup sepi.

“Ada aturan untuk anak berusia di bawah 12 tahun tidak boleh diajak ke mal dan tempat wisata. Ini memengaruhi kunjungan. Kemarin malah sempat ada usulan anak berusia di bawah 15 tahun,” ujar Hasta.

Melalui aturan tersebut, sambung dia, masyarakat Surakarta tidak terlalu senang.

Namun demi mengurangi penyebaran Covid-19, mereka tetap mematuhi aturan.

“Dengan pelarangan anak berusia di bawah 12 tahun, otomatis total kunjungan di seluruh tempat wisata baru sampai 10–20 persen,” kata Hasta.

Sempat ada desakan dari masyarakat Sebelumnya pada Juni 2020 saat seluruh tempat wisata di Surakarta masih ditutup, pihaknya sempat didesak oleh masyarakat yang ingin berwisata.

Pelancong berfoto di area Taman Balekambang, Solo, Selasa (1/1/2019) siang.
Pelancong berfoto di area Taman Balekambang, Solo, Selasa (1/1/2019) siang. (TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI)

"Kalau kita turuti masyarakat, mulai dari wedding party, meeting, kunjungan ke obyek wisata, kuliner utamanya kalau di Kota Solo ya. Ini sudah tidak terbendung sebetulnya," kata Hasta.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Live Streaming Sosialisasi Kenormalan Baru Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu, mengutip Kompas.com.

Namun, saat itu Hasta menegaskan bahwa Pemerinta Kota (Pemkot) Surakarta tidak ingin terburu-buru dalam pembukaan kembali pariwisata.

Itu lantaran mereka ingin tetap berhati-hati sembari melakukan beragam persiapan menyambut new normal, seperti memeriksa restoran dan tempat wisata terkait penerapan protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved