Batasan Daging yang Boleh Dikonsumsi Setiap Hari, Simak Ulasannya

Daging mengandung semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu perbaikan dan mengganti jaringan dan sel yang rusak.

Gambar oleh gurkan erol dari Pixabay
Steak daging sapi 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hari raya Idul Adha umumnya dirayakan dengan berbagi kuliner berbahan daging.

Maklum saja, pada saat hari raya kurban ini, sebagian besar umat muslim memiliki cukup daging sapi untuk dikonsumsi.

Tubuh membutuhkan nutrisi setiap harinya.

Ini bisa didapatkan melalui makanan, baik itu daging, buah, dan sayuran.

TONTON JUGA

Namun, semua itu ada batasnya, terutama dalam makan daging.

Jadi, seberapa banyak daging yang boleh dikonsumsi dalam sehari? Simak ulasannya berikut ini.

Kandungan protein dan zat besi pada daging

Makanan yang berasal dari hewan, yaitu daging, merupakan sumber protein terbaik.

Daging mengandung semua asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu perbaikan dan mengganti jaringan dan sel yang rusak.

Asam amino tersebut tidak diproduksi oleh tubuh sehingga kamu harus mendapatkannya dari makanan.

Daging sapi
Daging sapi (Gambar oleh Bruno /Germany dari Pixabay )

Protein yang terkandung pada daging (disebut protein hewani) sangat lengkap dibanding dengan protein yang terdapat dari tumbuhan (protein nabati).

Daging juga mengandung zat besi yang penting untuk kesehatan reproduksi.

Zat besi heme pada daging lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh dibanding dengan zat bes non-heme dari tumbuhan.

Daging putih (ikan dan unggas) seberat 3 ons mengandung 1 miligram zat besi sementara daging merah dari sapi dengan berat yang sama mengandung 2 miligram zat besi.

Dalam Healthy Eating, seorang ahli gizi bersertifikat, Reed Mangels, mengatakan bahwa setiap hari kamu membutuhkan sekitar 0,8 hingga 1 gram protein per kilogram dari berat badan.

Jadi kalau berat badan kamu 60 kilogram, setiap hari kamu butuh asupan protein sebesar 48-60 gram.

Kemudian, Health Harvard Education merekomendasikan banyaknya daging merah yang aman dikonsumsi sekitar 50 sampai 100 gram (setara 1,8 sampai 3,5 ons daging) per hari.

Sebab, mengonsumsi banyak daging yang melebihi kebutuhan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Gulai daging
Gulai daging (Gambar oleh RitaE dari Pixabay )

Dampaknya antara lain meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker usus besar karena daging banyak mengandung lemak jenuh.

kamu bisa membagi porsinya untuk beberapa kali makan.

Misalnya makan 35 gram daging di siang hari dan 35 gram daging di sore atau malam hari.

Usahakan juga untuk memvariasikan jenis daging yang disajikan agar nutrisinya tetap seimbang dan beragam.

Bagaimana cara memilih dan makan daging yang sehat?

Sebenarnya yang menjadi perhatian bukan hanya banyaknya daging saja yang bisa dikonsumsi, jenis daging yang dipilih juga penting.

Ini memungkinkan kamu untuk tetap makan daging dan kesehatan tubuh tetap terjaga.

Cara sehat untuk menikmati daging adalah dengan mengkombinasikan asupan daging; tidak harus selalu daging merah, daging lainnya bisa menjadi alternatif.

Barbeque Daging
Barbeque Daging (Gambar oleh Republica dari Pixabay )

Berikut cara makan daging yang sehat, seperti:

  • Jika kamu menyukai daging merah, kamu tetap bisa mengonsumsi daging tersebut tapi dengan menu yang lebih sehat. Misalnya, memilih potongan daging merah tanpa lemak, yaitu terlebih dahulu dipisahkan bagian lemak yang menempel di sisi atau sekeliling daging.
  • Hindari daging olahan atau kemasan yang mengandung bahan pengawet, tinggi lemak jenuh, dan tinggi garam yang bisa merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Alternatif selain daging merah adalah daging putih pada unggas. Potongan kalkun atau ayam mengandung protein yang tinggi dan rendah lemak.
  • Ikan bisa menjadi sumber protein alternatif selain daging dari hewan darat. Ikan tuna dan ikan kakap termasuk golongan ikan tidak berminyak yang rendah lemak dan kalori. Sementara ikan salmon dan makarel termasuk golongan ikan berminyak tinggi lemak dan kalori, tapi kaya manfaat bagi kesehatan.

Selain jenis pilihan daging, cara mengolah daging juga memengaruhi kandungan daging. Pertama, dibanding digoreng, daging lebih baik dipanggang. Jangan lupa, tempatkan bagian yang berlemak di atas alat pemanggang supaya lemak habis terpanggang.

Untuk menghilangkan bagian berlemak, kamu bisa merebus daging kemudian membiarkannya dingin selama beberapa saat. Lalu, buang bagian lemak yang menempel pada daging. kamu bisa menyajikan kembali daging, misalnya dengan ditumis dengan potongan brokoli atau kacang-kacangan.

Mau Bikin Resep Praktis Serundeng Daging Sapi? Ini Bumbu Lengkapnya

Cara Aman Bekukan dan Cairkan Daging Kurban Sebelum Diolah Jadi Kuliner Khas Idul Adha 2020

3 Kuliner Alternatif Pengganti Daging yang Bisa Dinikmati saat Lebaran Idul Adha

Tips Menyimpan Daging Kambing Kurban, Sebaiknya Dicuci Terlebih Dulu atau Tidak?

4 Resep Olahan Daging Sapi untuk Dimasak di Rumah saat Hari Raya Idul Adha

Artikel ini telah tayang di Tribuntribunkaltimtravel.com dengan judul Jadi Menu Wajib Saat Idul Adha, Jangan Berlebihan Mengonsumsi Daging

Ikuti kami di
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved