Uni Eropa Buka Kunjungan dari 14 Negara yang Dinilai Aman Covid-19, Indonesia Termasuk?

Uni Eropa mulai membuka perbatasannya untuk dikunjungi oleh 14 negara ini, termasuk Jepang, Kanada, Australia dan Korsel. Indonesia termasuk?

huffpost.com
Menara Eiffel Paris, Prancis, Eropa. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Uni Eropa (UE) telah memutuskan untuk menerima kembali kunjungan dari 14 negara yang warganya dianggap aman masuk ke Eropa.

Negara-negara yang diizinkan masuk di antaranya adalah Australia, Kanada, Jepang, Maroko, dan Korea Selatan.

Sedangkan, Amerika Serikat (AS), Brasil dan China adalah negara-negara yang masih termasuk dalam daftar terlarang untuk memasuki UE.

Namun, UE siap menambah China ke dalam daftar negara yang diizinkan masuk apabila pemerintah Tiongkok menawarkan kesepakatan timbal balik bagi para pelancong UE.

Dilansir dari BBC News, kontrol perbatasan Uni Eropa untuk warga Uni Eropa yang bepergian di dalam blok telah dicabut.

Rencanakan Buka Kembali Penerbangan, Uni Eropa Nilai Tak Perlu Kosongkan Kursi di Pesawat

Sementara, aturan untuk pelancong Inggris dibahas secara terpisah dalam negosiasi Brexit.

Namun, warga negara Inggris masih diperlakukan sama seperti warga negara Uni Eropa sampai akhir masa transisi Brexit pada 31 Desember.

Oleh sebab itu, selama masa itu, warga negara Inggris dibebaskan dari pembatasan perjalanan sementara.

Sedangkan, negara yang diizinkan untuk mengunjungi UE adalah Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia dan Uruguay.

Namun, nama-nama negara dalam daftar tersebut masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Saat ini, Inggris sedang menegosiasikan jalur udara dengan beberapa negara anggota UE agar dibebaskan.

Inggris ingin pandemi Covid-19 tak menghalangi liburan musim panas yang jadi musim tersibuk di Eropa untuk pariwisata.

Musim ini menjadi cukup krusial, di mana sektor pariwisata memperkerjakan jutaan orang.

Uni Eropa sedang mengatur prosedur, kriteria, dan memantapkan daftar mana negara yang aman dan tidak aman.

Prosedur ini akan diselesaikan pada tengah hari, hari ini, Selasa (30/6/2020).

Mayoritas negara UE yang memenuhi syarat telah masuk dalam daftar.

Setidaknya ada 55 persen dari negara UE yang mewakili 65 persen dari populasi UE telah memenuhi syarat dan masuk dalam daftar.

Ada perpecahan di antara negara-negara itu, seperti misalnya Spanyol yang menginginkan hidupnya sektor pariwisata, namun tetap ingin bermain aman karena negaranya telah terpukul habis oleh Covid-19.

Sementara, Portugal dan Yunani yang bergantung pada sektor pariwisata virus menginginkan sektor ini dibuka tanpa rasa takut yang berlebih akan pandemi virus corona.

Mungkin terlihat mudah untuk memutuskan negara mana yang aman dan tidak, namun nyatanya sangat sulit.

Pasalnya, itu adalah proses yang sangat rumit, memecah belah, memadukan politik dan ekonomi serta kesehatan masyarakat.

Gara-gara Virus Corona, Paspor Uni Eropa Tak Lagi Sekuat Sebelumnya

Penantian 11 Tahun, Kini Maskapai Indonesia Bisa Terbang di Langit Uni Eropa

32 Fakta Unik Republik Ceko, Negara yang Terkurung Daratan di Eropa Tengah

Fakta Unik Paris, Kota Romantis di Eropa yang Punya Tiga Replika Patung Liberty

Museum-museum Populer di Eropa dan Amerika Perlahan Dibuka Kembali

(TribunTravel.com/Ron)

Ikuti kami di
Penulis: ronnaqrtayn
Editor: ronnaqrtayn
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved