Breaking News:

Fakta Unik Burung Nuri Drakula dari Papua yang Terancam Punah Akibat Perburuan Liar

Namun, di Papua ada burung nuri yang unik. Wajah burung nuri ini tampak galak, karena bulu bagian atas tubuhnya berwarna hitam.

YouTube
dracula parrot 

TRIBUNTRAVEL.COM - Jika melihat di buku maupun di kebun binatang, burung nuri biasanya berwarna cerah, seperti warna hijau, merah cerah, biru, kuning, atau campuran warna-warna itu.

Namun, di Papua ada burung nuri yang unik.

Wajah burung nuri ini tampak galak, karena bulu bagian atas tubuhnya berwarna hitam.

Bahkan, paruhnya juga berwarna hitam.

Di Papua, burung ini dipanggil burung nuri kabare, sementara di dunia internasional burung itu dikenal dengan sebutan dracula parrot atau burung nuri drakula.

Burung Nuri Kabare, Si Burung Nuri Drakula

Burung nuri kabare ini punya banyak nama lain selain burung nuri drakula.

Burung ini juga dikenal dengan nama kasturi raja dan pesquet’s parrot.

Nama ilmiah burung drakula ini adalah Psittrichas fulgidus.

Karena paruhnya yang mirip dengan paruh elang, burung nuri kabare juga sering disebut dengan nama nuri elang.

O iya, warna tubuh burung nuri kabare tidak seutuhnya hitam.

Ia memiliki bulu berwarna keabuan di bagian dada dan bulu warna merah pada sebagian sayap, ekor, dan perutnya.

Meski paruhnya mirip elang, burung ini bukan burung pemangsa.

Menu makanan yang paling sering dikonsumsi burung nuri kabare adalah buah ara.

Menurut peneliti, menu makanannya ini menjadi satu alasan mengapa kepala burung nuri hampir terlihat agak botak.

Ini karena burung hering kehilangan bulu di kepalanya sebagai bentuk adaptasi karena mereka makan bangkai.

Sehingga kemungkinan burung nuri kabare mengalami hal yang sama karena bulu yang sedikit di sekitar kepala dan paruhnya memudahkan burung nuri kabare mengonsumsi buah ara yang lengket.

Hanya Ditemukan di Papua dan Papua Nugini

Burung nuri kabare ini hanya ada di New Guinea, yang meliputi wilayah negara Papua Nugini dan wilayah Papua di Indonesia.

Burung nuri drakula ini tinggalnya di dataran tinggi dan pegunungan, yaitu di hutan yang ada di ketinggian sekitar 100 – 1.800 meter di atas permukaan laut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved