Viral di Medsos Ribuan Burung Gagak Terbang di Langit Kota Wuhan, Pertanda Apa?

Kemunculan ribuan burung gagak di langit Wuhan itu memicu kekhawatiran masyarakat di media sosial.

Viral di Medsos Ribuan Burung Gagak Terbang di Langit Kota Wuhan, Pertanda Apa?
Adex Media
Rekaman video amatir menampilkan ribuan burung gagak terbang diatas langit Wuhan, China. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Rekaman video amatir menampilkan ribuan burung gagak terbang diatas langit Wuhan, China.

Rekaman video yang beredar itu diyakini diambil oleh penduduk China.

Kemunculan ribuan burung gagak di langit Wuhan itu memicu kekhawatiran masyarakat di media sosial.

Burung-burung berbulu hitam itu terekam berkeliaran di Jalan Wusi, Distrik Chengxi, Wuhan.

Rekaman video itu mendorong pengguna media sosial berspekulasi.

Beberapa dari masyarakat percaya bahwa burung gagak terbang mencari mayat.

Dikutip dari Daily Star, tidak ada bukti kuat untuk mendukung teori burung gagak yang terbang di langit Wuhan sedang mencari mayat.

Ribuan burung gagak terbang diatas langit Wuhan, China.
Ribuan burung gagak terbang diatas langit Wuhan, China. (Adex Media)

Ketakutan dari masyarakat itu muncul karena dalam budaya Tiongkok, burung gagak dipandang sebagai simbol kematian.

Untuk diketahui, hingga pagi ini, sudah ada 64 ribu lebih kasus infeksi virus corona di seluruh dunia.

Di China sendiri, jumlah korban terinfeksi mencapai 63 ribu lebih.

Kematian di China tercatat paling tinggi di antara 28 negara yang dikonfirmasi terwabah.

Tak heran, muncul spekulasi terkait keberadaan burung gagak di langit Wuhan.

Hal itu mengingat, dalam budaya China, masih dikutip dari Daily Star, burung gagak sering melambangkan nasib buruk dan kematian.

Corona di Jepang

Sementara itu, Jepang melaporkan kematian pertama akibat virus korona pada Kamis, (13/2/2020).

Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato buka suara.

Ia mengatakan korban meninggal adalah seorang wanita berusia 80-an.

Wanita tersebut tinggal di prefektur Kanagawa, yang berbatasan dengan Tokyo.

Katsunobu Kato menuturkan masih akan memastikan apakah wanita tersebut meninggal karena virus corona atau bukan.

"Hubungan antara virus corona baru dan kematian orang itu masih belum jelas," katanya pada pengarahan tengah malam, seperti dikutip dari South China Morning Post pada Kamis (13/2/2020).

"Ini adalah kematian pertama seseorang yang dites positif,” lanjutnya.

Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato telah mengumumkan kematian pertama negara itu terkait wabah coronavirus.
Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato telah mengumumkan kematian pertama negara itu terkait wabah coronavirus. (Kyodo)

Corona di Tokyo

Sebelumnya di Tokyo seorang supir taksi dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Kementerian kesehatan Jepang mengatakan bahwa supir taksi itu mengantarkan salah satu penumpang tang terkena virus corona.

Di Prefektur Wakayama, Jepang barat, seorang dokter dipastikan mengidap virus penyebab pneumonia yang mematikan, kata pihak berwenang setempat.

Kasus terbaru membawa jumlah total infeksi yang dikonfirmasi menjadi hampir 250 di Jepang.

Sebagian besar, atau sejumlah 218 orang, adalah penumpang dan awak kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina berlabuh di Yokoyama dekat Tokyo.

Dengan ribuan penumpang dan awak diisolasi di kapal pesiar selama berhari-hari, 44 orang dipastikan terinfeksi virus corona itu pada hari Kamis, menurut kementerian.

Dilansir oleh Nippon.com, Katsunobu Kato juga mengatakan pemerintah Jepang akan mengizinkan para penumpang lanjut usia dan yang menderita penyakit kronis untuk turun dari kapal pesiar Diamond Princess.

Setelah itu mereka akan dikarantina di Jepang.

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul VIRAL VIDEO Ribuan Gagak Terbang di Langit Kota Wuhan, China di Tengah Kekhawatiran Virus Corona

Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Style
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved