Breaking News:

Cegah Keramaian, Acara Tahunan Grebeg Syawal di Keraton Yogyakarta Ditiadakan

Kegiatan Hajad Dalem Grebeg Syawal yang ditandai dengan arak-arakan gunungan ini sedianya akan berlangsung pada Minggu (24/5/2020)

Instagram.com/wildayanti.icha
Ilustrasi gunungan saat Grebeg Syawal di Jogja 

TRIBUNTRAVEL.COM - Keraton Yogyakarta mengumumkan untuk meniadakan penyelenggaraan Grebeg Syawal dan Numplak Wajik.

Diumumkan oleh Keraton Yogyakarta melalui akun resmi Instagramnya @kratonjogja, hal ini dilakukan seiring dengan kondisi tanggal darurat COVID-19.

Kegiatan Hajad Dalem Grebeg Syawal yang ditandai dengan arak-arakan gunungan ini sedianya akan berlangsung pada Minggu (24/5/2020) atau 1 Sawal Wawu 1953/1441.

Namun, karena pandemi COVID-19, Hajad Dalem Grebeg Syawal pada tahun ini (1441H) ditiadakan.

Tidak hanya Grebeg Syawal, gelaran Numplak Wajik yang biasanya diadakan beberapa hari sebelum Grebeg Syawal juga ditiadakan.

Peniadaan acara baik Grebeg Syawal maupun Numplak Wajik ini dilakukan sebagai langkah upaya pencegahan terhadap risiko penyebaran virus corona.

 Itinerary Liburan Virtual ala Ada Apa dengan Cinta 2 di Jogja dan Jawa Tengah

Maka dari itu, semua kegiatan yang mengundang kerumuman massa ditiadakan.

Grebeg Syawal merupakan acara tahunan yang ada di Yogyakarta untuk menghormati bulan puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan Malam Lailatul Qadar.

Biasanya, grebeg yang dilangsungkan pada bulan Syawal ini, keraton mengeluarkan gunungan yang paling besar, yakni gunung kakung.

Selain gunungan kakung, masih ada beberapa gunungan lain yang diarak dalam Grebeg Syawal ini, seperti gunungan lanang, gunungan wadon, gunungan darat, gunungan gepak, dan gunungan pawuhan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved