Fakta Unik Kicak, Kuliner Khas Jogja yang Cuma Ada saat Bulan Puasa

Kicak, sebuah camilan manis yang legendaris dan hingga saat ini masih diminati oleh orang yang tinggal di Jogja.

Instagram/indahdodol
Kicak, kulier khas Jogja saat bulan puasa 

TRIBUNTRAVEL.COM - Di Jogja, ada satu kuliner yang hanya ada saat bulan Ramadan dan perlahan menghilang setelah lebaran.

Kuliner tersebut bernama kicak, camilan manis yang legendaris dan hingga saat ini masih diminati oleh orang yang tinggal di Jogja.

Kicak pertama kali dibuat oleh Mbah Wono, seorang warga asli Kampung Kauman, di Jogja pada tahun 1950an.

Mbah Wono bekerja sebagai penjual makanan.

Meskipun pertama kali dibuat oleh Mbah Wono, namun tidak diketahui siapa yang memberi nama camilan tersebut dengan nama kicak.

Rekomendasi 5 Kuliner Malam di Jogja, Ada Mi Ayam Grabyas Red Door hingga Nasi Rames Demangan

Kicak ini menjadi satu camilan yang populer di Kampung Kauman yang setiap bulan Ramadan disulap menjadi pasar dimana banyak orang berjualan menu takjil dan berbuka puasa.

Karena memiliki rasa yang manis dan lezat, kicak cocok menjadi hidangan saat berbuka puasa.

Kemudian, secara perlahan penggemar kicak pun bertambah banyak, bukan hanya masyarakat yang ada di Kampung Kauman.

Awalnya, kicak terbuat dari singkong yang diparut, kemudian di masak dan dicampurkan dengan bahan-bahan lain.

Biasanya kicak terbuat dari beras ketan yang ditumbuk, kemudian dicampur dengan gula pasir, parutan kelapa, dan potongan nangka.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Gigih Prayitno
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved