Breaking News:

Dengan Platform Ini, Kasus COVID-19 Nantinya Akan Bisa Dilacak Lewat Ponsel

Sebagai langkah mencegah penyebaran COVID-19, Perusahaan Apple dan Google bekerjasama untuk menciptakan platform guna melacak kasus COVID-19.

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
kompas.com
Kolase CEO Google dan Apple 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dua perusahaan teknologi terbesar di dunia, Apple dan Google menciptakan platform untuk melacak penyebaran kasus virus Corona atau COVID-19 menggunakan ponsel di seluruh dunia.

Kasus COVID-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia memberikan dampak besar bagi masing-masing negara bahkan dunia.

Sebagai langkah mencegah penyebaran COVID-19, Perusahaan Apple dan Google bekerjasama untuk menciptakan platform guna melacak kasus COVID-19.

Melansir laman Travel and Leisure, Senin (4/5/2020), awal bulan ini, Apple dan Google mengumumkan bahwa mereka akan bekerjasama pada perangkat lunak untuk melacak COVID-19 dan akan merilis blok bangunan baru proyek mereka pada Selasa, menurut BBC.

Hibur Warga di Tengah Pandemi Covid-19, Bioskop Paris Tayangkan Film di Dinding Apartemen

Teknologi ini akan dirilis ke pengembang aplikasi untuk melacak kasus COVID-19 di seluruh dunia.

Nantinya ketika ada seseorang yang dipastikan terinfeksi virus Corona, maka pejabat kesehatan bekerja untuk melacak jalur orang tersebut, termasuk dengan siapa mereka mungkin berhubungan saat terinfeksi. 

Kolase CEO Google dan Apple
Kolase CEO Google dan Apple (kompas.com)

Prosesnya, yang dikenal sebagai 'pelacakan kontak' adalah premis dasar dari teknologi yang berasal dari Apple dan Google.

Pengguna Apple dan Google bisa mengunduh aplikasi pelacak kasus COVID-19 untuk bisa mengambil bagian dari dalam sistem pencegahan penyebaran pandemi ini.

"Mereka menangani dan menjamin privasi dan keamanan sistem, tetapi meninggalkan pembangunan aplikasi aktual yang menggunakannya untuk orang lain," menurut laporan The VergeVerge.

Ilustrasi orang-orang yang kecanduan dengan ponsel.
Ilustrasi orang-orang yang kecanduan dengan ponsel. (pexels.com)

Sistem akan bergantung pada kontak bluetooth antara ponsel.

Ketika dua orang yang terdaftar dalam sistem mereka berada di dekat satu sama lain, ponsel mereka akan menyerahkan 'kunci identifikasi' anonim dan mencatat kontak dekat mereka.

Jika salah satu dari orang-orang ini kemudian dipastikan terinfeksi COVID-19, aplikasi akan memberi tahu semua orang dengan siapa ponsel mereka melakukan kontak, dan mendorong mereka untuk mengisolasi diri selama dua minggu.

Kemungkinan hanya profesional kesehatan berlisensi yang dapat mencatat kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.

Tonton juga:

Masalah privasi tetap menjadi perhatian berkelanjutan dalam pengembangan sistem ini.

Jerman mengkonfirmasi bahwa mereka bekerja dengan Google dan Apple untuk merilis perangkat lunak di negara mereka, dan meninggalkan aplikasi lain yang dikembangkan oleh pemerintah karena masalah privasi. 

"Tujuan kami adalah agar aplikasi pelacakan siap digunakan segera dan dengan penerimaan yang kuat dari masyarakat sipil," kata Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn dalam sebuah pernyataan di The Local Germany.

Sementara itu, Layanan Kesehatan Nasional Inggris menegaskan dalam sebuah posting blog bahwa mereka juga bekerjasama dengan Apple dan Google untuk mengembangkan aplikasi mereka sendiri.

"Teknologi memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa dan membantu kita menghadapi pandemi COVID-19," kata NHS.

"Kami percaya ini bisa menjadi penting dalam membantu negara kembali normal dan mengalahkan virus corona," tutupnya.

Akibat COVID-19, Pria Ini Tak Bisa Lanjutkan Sisa Perjalanan Keliling Dunia yang Dimulai Sejak 2013

7 Tempat Wisata Instagramable di Klaten, Bisa Dikunjungi Usai Pandemi Covid-19 Berakhir

Potret Seragam Pelindung Pramugari Sejumlah Maskapai Dunia selama Pandemi Covid-19

Cegah Penyebaran COVID-19, Kebun Binatang di Texas Ini Bakal Terapkan Konsep Drive-Thru

Langkah Hong Kong Tingkatkan Kunjungan Wisata Pasca Pandemi Covid-19

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved