Bukan Setengah Matang, Mendoan Kriuk dari Banyumas Ini Digoreng Garing dan Sangat Renyah

Mendoan kriuk panas semakin nikmat disantap jika dicocol ke sambal kecap, atau dimakan bersama cabai rawit.

anekamakananusantara.blogspot.co.id
Ilustrasi Mendoan 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mendoan kriuk selalu menggoda untuk dinikmati.

Gorengan berbahan dasar tempe dan tepung ini memang digemari masyarakat Indonesia.

Terlebih jika mendoan kriuk disajikan saat masih hangat, disantap pagi hari sebagai teman minum kopi.

Mendoan kriuk panas tersebut semakin nikmat saat dicolekkan ke sambal kecap, atau dimakan bersama cabai rawit.

Ketika dikunyah, rasanya bercampur antara gurih, manis, dan pedas.

Remahan tepungnya membuat bunyi kriuk-kriuk terdengar dari mulut.

Pengembangan dari mendoan

Perlu diketahui, mendoan kriuk adalah inovasi atau pengembangan dari mendoan.

Makanan khas asli Banyumas, Jawa Tengah ini adalah panganan berbahan dasar tempe yang dibalut dengan tepung dan bumbu.

Mendoan berasal dari kata mendo yang artinya setengah matang.

Jadi sesuai namanya, setelah dicelupkan ke adonan dari tepung beras, tepung terigu, daun bawang, garam, bawang, dan ketumbar, tempe hanya digoreng setengah matang saja, dan langsung disajikan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved