9 Potret Hotel Majapahit Surabaya, Saksi Bisu Perobekan Bendera Belanda

Melihat lebih dekat Hotel Majapahit Surabaya, saksi bisu perobekan bendera Belanda memperingati Hari Pahlawan.

9 Potret Hotel Majapahit Surabaya, Saksi Bisu Perobekan Bendera Belanda
Instagram.com/ @hotelmajapahitsby
Hotel Majapahit Surabaya, Managed By ACCORHOTELS 

TRIBUNTRAVEL.COM - Hotel Majapahit Surabaya menjadi saksi bisu perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia.

Hotel bergaya kolonial ini menjadi bagian sejarah kemerdekaan Republik Indonesia ketika akhir Perang Dunia II silam.

Dulunya, hotel yang didirikan dengan nama Hotel Oranje ini menjadi tempat penginapan para kaum elit Belanda ketika sedang berkunjung ke Surabaya.

Pada tahun 1910, hotel ini pertama kali didirikan oleh Lucas Martin Sarkies, pengusaha ternama berdarah Armenia.

Napak Tilas Hari Pahlawan 10 November, Yuk Cicipi 5 Kuliner Surabaya yang Menggugah Selera

7 Destinasi untuk Peringati Hari Pahlawan 10 November, Napak Tilas Wisata Sejarah ke Surabaya

TONTON JUGA:

Momen perobekan bendera Belanda ini berawal ketika bendera Belanda dikibarkan di tiang teratas sebelah utara Hotel Oranje padahal Indonesia sudah merdeka.

Tanpa persetujuan Pemerintah Republik Indonesia Daerah Surabaya, bendera triwarna Merah-Putih-Biru ini sengaja dikibarkan pihak Belanda atas perintah WV Ch. Ploegman, pemimpin organisasi Indo Europesche Vereniging (IEV) yang diangkat NICA menjadi walikota Surabaya.

Pengibaran bendera tersebut diketahui untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina pada tanggal 31 Agustus.

Atas tindakan tersebut, kemarahan arek-arek Suroboyo memuncak dan terjadi kericuhan dengan pihak Jepang yang saat itu tengah berjaga untuk mempertahankan status quo.

Setelah terjadi kericuhan dan merenggut korban jiwa, Hariyono, seorang warga Surabaya ditemani juga oleh Koesno Wibowo langsung memanjat tembok hotel ke atas menara dan merobek bagian warna biru bendera Belanda hingga menjadi bendera Indonesia.

Kisah legendaris tersebut kini menjadi momentum penting dalam peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 1945.

Melansir dari Kompas.com, Hotel Yamato yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit masih mempertahankan bentuk bangunan bergaya kolonial art-deco.

Hampir keseluruhan ruang di Hotel Majapahit Surabaya managed by AccorHotels atau disebut Hotel Majapahit ini masih memiliki ornamen yang didominasi oleh kayu.

Ada beberapa lukisan suasana Surabaya tempo dulu yang dipajang rapi pada dindin lobby Hotel Majapahit.

Hotel Majapahit memiliki fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari restoran, kolam renang, kamar bergaya kolonial, hingga ruang santai yang nyaman.

Melihat dari akun Instagram @hotelmajapahitsby, ada sejumlah unggahan potret sudut ruangan dalam Hotel Majapahit Surabaya.

Mulai dari ruang kamar yang mengusung tema interior Eropa.

Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Gelar Beragam Kegiatan Peringati Hari Pahlawan

Hotel Majapahit memiliki sekitar 143 kamar yang menyimpan sejarah perundingan antara Sudirman dan W.V.Ch Ploegman di awal Proklamasi.

Selain itu ada juga kamar mewah yang berjejer rapi dalam lorong dengan nuansa kental zaman Belanda di mana banyak jendela besar dan ornamen geometris yang begitu mencolok.

Jokowi Peringati Hari Pahlawan dengan Bersepeda, Tagar #BandungSepedaJokowi Jadi Trending di Twitter

Dilihat dari sudut lain, bagian lorong Hotel Majapahit terlihat begitu asri dengan tambahan taman kecil di bagian tengahnya.

Ada sejumlah tanaman dan pepohonan hijau yang menjadi daya tarik tersendiri di Hotel Majapahit.

Bagian tengah taman ini terdapat kolam air mancur berukuran sepetak kecil untuk menambah keasrian ketika siang.

Hari Pahlawan - WOW! Begini Rupa Hotel Majapahit yang Dulu Jadi Saksi Penyobekan Bendera Belanda

Bagian menarik lainnya dalam Hotel Majapahit juga terlihat pada restoran yang mengusung konsep gatsby era 1920-an.

Masih terdapat banyak kursi kayu ukuran tinggi yang mengelilingi bar di setiap sudut ruangan.

Restoran ini dilengkapi dengan lampu hias lapis kaca biru hingga menimbulkan cahaya biru yang seolah mirip langit biru menyinari hampir keseluruhan ruangan restoran.

Hari Pahlawan - Jadi Saksi Perjuangan, Inilah 5 Tempat Bersejarah di Surabaya yang Wajib Dikunjungi

Berikutnya, pengunjung yang menginap di Hotel Majapahit juga akan merasa seperti sedang tinggal di zaman Belanda.

Dalam kamar hotel dilengkapi kamar mandi yang terdapat tuas untuk flush toilet seperti zaman Belanda dulu.

Selain itu, kamar mandi ini juga dilengkapi kursi spa untuk bersantai sebelum pengunjung akan mandi.

Hari Pahlawan - Ini Dia Fotografer di Balik Dahsyatnya Pertempuran 10 November 1945

Pengunjung yang gemar berolahraga pun tidak perlu khawatir, Hotel Majapahit juga memberikan layanan fitness.

Hotel Majapahit memberikan layanan kebugaran untuk pengunjung dengan sejumlah peralatan olahraga yang cukup lengkap.

Hari Pahlawan - Tak Hanya Penyobekan Bendera Belanda, Ini Fakta Tersembunyi Pertempuran 10 November

Selain itu, pengunjung juga bisa olahraga renang di kolam renang yang tidak terlalu besar ukurannya.

Ada beberapa kursi santai yang bisa digunakan pengunjung apabila ingin berjemur.

Kolam renang outdoor ini juga dikelilingi sejumlah pepohonan yang menambah suasana semakin asri dan sejuk.

Traveling Hari Pahlawan, Jelajahi Lokasi Pengasingan Para Pemimpin Bangsa di Pesanggrahan Menumbing

TribunTravel melihat dari situs pemesanan Pegipegi, ada sejumlah kamar di Hotel Majapahit yang bisa dipesan untuk menginap.

Untuk menginap dan merasakan sensasi kehidupan mirip zaman Belanda di Hotel Majapahit ini, traveler perlu membayar sewa per malamnya mulai Rp 900 ribuan.

Sedangkan menurut situs pemesanan Traveloka, untuk menginap di Hotel Majapahit traveler harus membayar sewa menginapnya mulai Rp 1 jutaan.

Kedua biaya ini ditujukkan untuk jenis kamar yang sama, yaitu Classic Room.

5 Negara yang Dihapus dari Peta Dunia, Satu di Antaranya Tibet

Harga Tiket Masuk Saloka Theme Park Beserta Wahana yang Ditawarkan

Potret Apartemen Termurah di Hong Kong, Hanya Seluas Kamar Mandi

Tiket Murah ke China untuk Kamu yang Mau Liburan Tahun Baru di Shanghai

14 Danau Berbentuk Hati yang Cocok Dikunjungi untuk Liburan Akhir Pekan

(TribunTravel.com/ Nurul Intaniar)

Ikuti kami di
Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Ambar Purwaningrum
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved