Menilik Kisah Tertembaknya Ade Irma Suryani di 2 Tempat Bersejarah di Jakarta Ini

Beberapa di antaranya mengenai tubuh kecil Ade yang saat itu digendong oleh Mardiah, adik AH Nasution.

Menilik Kisah Tertembaknya Ade Irma Suryani di 2 Tempat Bersejarah di Jakarta Ini
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Diorama penyerbuan Pasukan Tjakrabirawa di Museum AH Nasution, di Jakarta, Sabtu (30/9/2017). Museum yang dibuka untuk umum secara cuma-cuma tersebut diserbu ratusan pengunjung yang ingin belajar sejarah bertepatan dengan Gerakan 30 September 1965. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Ade Irma Suryani Nasution merupakan putri bungsu Jenderal Besar Abdul Harris Nasution atau AH Nasution.

Ade Irma Suryani tewas dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S.

Saat itu, Ade yang baru berusia lima tahun terbangun dari tidurnya lantaran mendengar suara gaduh.

Berondongan peluru yang ditembakkan pada sang ayah membuat Ade ketakutan.

Beberapa di antaranya mengenai tubuh kecil Ade yang saat itu digendong oleh Mardiah, adik AH Nasution.

Diorama Jendral Besar AH Nasution di Museum Jendral Besar A H Nasution Jalan Teuku Umar no 40, Menteng, Jakarta Pusat.
Diorama Ade Irma Suryani Nasution di Museum Jendral Besar AH Nasution Jalan Teuku Umar no 40, Menteng, Jakarta Pusat. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Begitu pun dengan Mardiah yang juga terkena peluru.

Sepinya Makam Ade Irma Suryani, Putri AH Nasution yang Gugur dalam Peristiwa G30S

Menilik Kisah Ade Irma Suryani yang Jadi Korban G30S di Museum AH Nasution

Mardiah pun menyerahkan Ade pada istri AH Nasution, Johanna Sunarti.

Kisah tragis itu bisa traveler saksikan di Museum AH Nasution yang juga menjadi lokasi penembakan Ade.

Museum AH Nasution

Museum AH Nasution berlokasi di Jalan Teuku Umar No.40, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Di museum ini, traveler bisa menyaksikan kisah tragis itu dalam sejumlah diorama.

Mulai dari diorama penyerangan terhadap AH Nasution di kamar tidurnya, penodongan senjata kepada Johanna, penembakan Ade, hingga penangkapan Pierre Tendean, yang saat itu menjadi ajudan AH Nasution.

5 Tempat Ini Jadi Saksi Bisu Peristiwa G30S, dari Monumen Pancasila Sakti hingga Monumen Kresek

5 Tempat yang Jadi Saksi Bisu Peristiwa G30S, Termasuk Monumen Ade Irma Suryani

Selain itu, tersimpan juga beberapa barang peninggalan Ade.

Lukisan-lukisan Ade juga menghiasi salah satu ruangan di Museum AH Nasution.

Foto Ade Irma Suryani di Museum AH Nasution, Jakarta, Selasa (26/9/2017).
Foto Ade Irma Suryani di Museum AH Nasution, Jakarta, Selasa (26/9/2017). (KOMPAS.COM/Wienda Putri Novianty)

Begitu juga dengan lubang-lubang bekas tembakan peluru di dinding kamar tidur AH Nasution, masih terlihat jelas.

Monumen Ade Irma Suryani Nasution

Setelah tertembak, kondisi Ade sudah sangat lemah.

Ade pun dibawa ke Rumah Sakit Gatot Soebroto.

Mengenang Peristiwa G30S di Museum AH Nasution, Ada Barang Peninggalan Ade Irma Suryani

Napak Tilas Tragedi G30S di Sumur Lubang Buaya Jakarta

Meski Ade sudah mendapat pertolongan dengan dioperasi, namun nyawa Ade tidak tertolong.

Ade meninggal dunia pada 6 Oktober 1965 dan dimakamkan pada 7 Oktober 1965.

Ade dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blok P Prapanca yang disulap menjadi Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 1998.

Makam Ade yang berada di sisi Jalan Nipah XII diubah menjadi Monumen Ade Irma Suryani Nasution.

Monumen Ade Irma Suryani
Monumen Ade Irma Suryani (WARTA KOTA/BINTANG PRADEWO)

Monumen Ade Irma Suryani Nasution berlokasi di Jalan Prapanca Raya No.12 Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di depan makan, terdapat sebuah tugu bertuliskan Monumen Ade Irma Suryani Nasution.

Di tempat itu juga terpasang sejumlah foto Ade hingga rangkaian prosesi pemakaman.

Saat ini, kondisi makam Ade terlihat sepi dan jarang dikunjungi.

LIHAT JUGA:

Menelusuri Jejak Peristiwa G30S di Monumen Pancasila Sakti

Mengenang Peristiwa G30S, Ini Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Monumen Pancasila Sakti

Bukan tanpa alasan, karena pagar makam memang ditutup, sehingga tidak banyak orang yang tahu.

Traveler yang ingin berziarah ke makam Ade harus berjalan di sepanjang barak Satpol PP Jakarta Selatan.

(TribunTravel.com/Sinta Agustina)

Ikuti kami di
Penulis: Sinta Agustina
Editor: Arif Setyabudi Santoso
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved