Breaking News:

Ramadan 2019

10 Tradisi Unik Menyambut Ramadan Ini Hanya Ada di Indonesia, Ada Nyadran hingga Megengan

Untuk menyambut bulan Ramadan, biasanya beberapa daerah di Indonesia melangsungkan tradisi-tradisi yang unik.

instagram/kukeharjono
Tradisi Perlon Unggahan menyambut Ramadan di Banyumas 

TRIBUNTRAVEL.COM - Bulan Ramadan akan segera tiba dalam hitungan beberapa hari lagi.

Dan untuk menyambut bulan suci tersebut, ada beberapa tradisi unik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kira-kira apa saja ya?

Dilansir TribunTravel dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa tradisi unik menyambut Ramadan dari beberapa daerah di Indonesia:

1. Nyadran

Nyadran merupakan tradisi khas masyarakat Jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang rutin dilakukan ketika mendekati bulan Ramadan.

Nyadran sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu sraddha yang berarti keyakinan.

Tonton juga: 

Masyarakat Jawa memaknai Nyadran dari kata sadran yang berarti ruwah sya’ban, yaitu bulan sebelum Ramadhan datang yang ditandai dengan tradisi membersihkan makam keluarga dan kerabat.

Di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, tradisi nyadran masih banyak dilakukan.

Areal makam umum ramai oleh keluarga yang datang untuk membersihkan makam-makam keluarga atau orangtua mereka, menaburkan bunga dan berdoa.

10 Tips Mudik dengan Kapal Laut Agar Perjalanan Lancar Tanpa Rasa Mabuk

7 Tips Cegah Dehidrasi Saat Puasa Ramadan, Harus Perhatikan Obat yang Dikonsumsi

2. Dugderan

Dugderan adalah tradisi khas masyarakat Semarang dalam rangka menyambut bulan puasa Ramadhan.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak abad 19 yang bermula dari acara penentuan awal puasa di bulan Ramadhan.

Yradisi Dugderan kini menjadi pesta rakyat yang sangat meriah di Semarang.

Selain dimeriahkan dengan suara bedug dan meriam, pesta rakyat Dugderan juga diramaikan kehadiran maskot Dugderan bernama Warak Ngendog.

Ini adalah maskot berupa kambing dengan kepala naga lengkap dengan kulit bersisik dari kertas warna warni dan dilengkapi dengan telur rebus.

Keberadaan telur rebus sebagai penanda bahwa binatang tersebut tengah bertelur.

Ini juga sebagai penanda bahwa ketika penyelenggaraan Dugderan pertama kali, Semarang tengah krisis pangan dan telur menjadi makanan mewah.

Puncak dari acara Dugderan masih sama dengan tradisi awal yaitu pengumuman awal puasa Ramadhan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Travel
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved