Breaking News:

TN Gunung Gede Pangrango - Dibangun Sepanjang 30 Km, Inikah Rute Kereta Gantung Terpanjang di Dunia?

Rencana pembangunan sky line (kereta gantung) di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tampaknya akan segera terwujud.

Editor: Sri Juliati
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Para pendaki di Lembah Surya Kencana, Gunung Gede, Jawa Barat, Minggu (13/11/2016). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Rencana pembangunan sky line (kereta gantung) di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tampaknya akan segera terwujud.

Setelah selesai melewati proses pengkajian baru-baru ini.

Bila pembangunan tersebut dapat terwujud, maka wisatawan dapat melihat pemandangan puncak Gunung Gede dan Gunung Pangrango dari ketinggian.

Rute perjalanan sky line itu nantinya akan menghubungkan kawasan Bodogol di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dengan Cibodas, Cianjur.

Panjang rutenya membentang sejauh 30 kilometer yang membelah kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam waktu tempuh sekitar satu jam.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Suyatno Sukandar mengklaim, rencana pembangunan sky line tersebut merupakan satu kereta gantung terpanjang di dunia.

Pasalnya, dibangun di atas hutan kawasan taman nasional.

"Paling panjang saat ini (sky line) hanya 15 kilometer. Rencana yang akan kami bangun, panjangnya 30 kilometer. Ini yang terpanjang di dunia," ucap Suyatno, Rabu (28/12/2016).

Suyatno menambahkan, pelaksanaan kajian kelayakan atau feasibility study (FS) pembangunan kereta gantung telah dilakukan sejak tahun 2003.

Mulai dari Lembah Suryakencana (Gunung Gede) hingga Cibodas, dilanjutkan hingga ke kawasan Bodogol, Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kajian itu, kata Suyatno, pihaknya sudah mengkaji kondisi kontur tanah, sumber mata air, bahkan ketinggian pohon yang ada di kawasan taman nasional.

"Tahapan proses pengkajian proyek sangat perlu dan itu sudah kami lakukan. Sampai ketinggian pohon pun diukur. Semuanya sudah bisa dilakukan serta aman jika proyek ini dibangun," kata dia seperti dilansir TribunTravel.com dari Kompas.com.

Lanjut dia, rencana pembangunan kereta gantung di kawasan TNGGP itu bertujuan agar masyarakat dapat menikmati keanekaragaman hayati dan cagar alam yang ada di sana.

Hal itu juga dimaksudkan untuk mencegah dan tidak merusak ekosistem.

"Proses pengkajian sudah selesai baru-baru ini, hanya tinggal menggandeng investor yang mau ikut bergabung menanamkan modalnya untuk pembangunan sky line terpanjang ini," kata dia. (Kompas.com/Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi Bempah)

Sumber:
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved