TRIBUNTRAVEL.COM - Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau memiliki bentangan alam yang indah, tidak hanya terlihat dari hutan dan air terjunnya.
Kabupaten Inhu juga memiliki tiga danau yang terkenal, yakni Danau Raja di Rengat, Danau Meduyan di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, dan Danau Kembar di Desa Kelesa, Kecamatan Seberida.
Baca juga: Museum Nasional Indonesia Gambir Jakarta Pusat, Wisata Sejarah dengan Spot Foto Kekinian
Baca juga: Indahnya Panorama Air Terjun Aek Martua Rohul, Suasana Asri nan Hijau Tersaji Sepanjang Perjalanan
Danau Kembar merupakan danau bekas tambang batu bara yang sempat viral setahun lalu. Karena airnya yang biru, banyak wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tersebut.
Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Inhu, menjadikan Danau Kembar sebagai salah satu objek wisata unggulan yang ada di Kabupaten Inhu.
Atas inisiatif para mahasiswa dan mahasiswi kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STIEI) Rengat, Disporapar Inhu telah mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Danau Kembar Desa Kelesa untuk pengembangan objek wisata tersebut ke depan.
Hendrik, Sekretaris Pokdarwis Danau Kembar mengisahkan perjalanan pengembangan objek wisata Danau Kembar hingga saat ini.
Menurut Hendrik, Danau Kembar terbentuk akibat galian tambang batu bara milik PT Riau Bara Harum (RBH).
Baca juga: Prestasi Watsons Indonesia: Dua Tahun Berturut-turut Jadi Health & Beauty Retail of The Year 2025
Namun semenjak tahun 2013, lahan bekas galian tersebut ditinggalkan begitu saja oleh PT RBH tanpa direklamasi.
Saat itu, perusahaan tambang batu bara tersebut dinyatakan bangkrut. Sehingga tanggung jawab perusahaan terhadap karyawannya yang merupakan masyarakat setempat juga tidak dibayarkan.
Masyarakat setempat mulai memanfaatkan lokasi Danau Kembar sebagai sumber ekonomi, di antaranya dengan beternak ikan dan sekarang menjadi objek wisata.
"Kondisi awal ketika Danau Kembar itu ditinggalkan, tidak ada jalan ke sana. Sehingga masyarakat desa bersama-sama membangun jalan ke lokasi tersebut," ujar Hendrik.
Hendrik melanjutkan, semenjak awal ditinggalkan kondisi lingkungan sekitar Danau Kembar tidak banyak perubahan hingga saat ini.
Hanya saja semenjak dijadikan objek wisata, masyarakat desa mulai membuatkan sejumlah fasilitas wisata di lokasi tersebut.
Salah satu daya tarik Danau Kembar adalah airnya yang biru, apalagi ketika langit sedang biru.
Baca juga: Itinerary Lembang 1 Hari: Bujet Rp 489 Ribu Berdua, Serunya Wisata Orchid Forest & Floating Market
"Air Danau Kembar itu seperti cermin, pantulan cahaya dari langit membuat air Danau Kembar menjadi biru," kata Hendrik.