Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Tragis Kasus Pembulian Remaja di Thailand, Alat Kelaminnya Disuntik Lilin Lebah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi remaja yang menjadi korban pembulian.

Infeksi telah menghancurkan sebagian besar saraf di organ tersebut.

Namun dokter yakin organ tersebut akan sembuh.

Proses medisnya akan memakan waktu sekitar tiga bulan, dimulai dengan pengangkatan seluruh lilin lebah .

Gun mengatakan dia akan membawa masalah ini ke Wakil Komisaris Polisi Kerajaan Thailand , Surachate “Big Joke” Hakparn, dan juga mencari keadilan bagi korban dari Kementerian Pendidikan.

Viral Arkeolog Temukan Kerangka Anak Vampir Abad 17 dengan Rantai Besi Melilit Kakinya

Para arkeolog Polandia telah menemukan sisa -sisa kerangka seorang anak laki-laki.

Kerangka anak laki-laki itu diyakini berusia antara enam dan tujuh tahun.

Ilustrasi tengkorak. Viral penemuan kerangka anak laki-laki yang diduga vampir. (Chelms Varthoumlien /Unsplash)

Dilansir dari thethaiger, kerangka anak laki-laki itu ditemukan di pemakaman abad ke-17.

Jenazah anak vampir dikuburkan menghadap ke bawah, dengan rantai besi melilit kakinya, sebuah praktik yang diyakini dapat mencegah kebangkitan.

Dariusz Polinski, seorang sarjana yang mengkhususkan diri pada budaya penguburan Abad Pertengahan di Universitas Nicolaus Copernicus di Torun, Polandia, berpendapat bahwa anak tersebut dianggap vampir oleh orang-orang sezamannya.

Ketakutannya adalah dia bisa bangkit dari kuburnya dan mencelakakan orang yang masih hidup, jelas Polinski.

“Pemakaman ini adalah tempat pemakaman orang-orang yang dikucilkan, yang kemungkinan besar bermula dari ketakutan mereka akan bangkit dari kematian. Orang-orang ini dicurigai melakukan kontak dengan roh jahat atau dianggap berperilaku tidak normal.”

Sebelumnya, kerangka wanita dewasa ditemukan di kota Pien, Polandia, dengan kaki terkunci dan sabit di lehernya.

Hal ini juga dipandang sebagai tindakan untuk mencegah kebangkitannya, karena dia dianggap sebagai vampir, lapor Sanook.

Temuan ini mengingatkan kembali pada era ketika hantu, zombie, dan fenomena supernatural lainnya lebih dari sekadar dongeng fantasi.

Metode untuk mencegah kebangkitan orang mati tidak hanya dengan merantai tubuh mereka tetapi juga dengan memenggal kepala atau mengamputasi kaki mereka, tambah Polinski.

“Kami juga menemukan kuburan dengan banyak batu yang ditempatkan di berbagai bagian tubuh seperti siku, leher, atau kepala, untuk mencegah orang mati bangkit.”

Ambar/TribunTravel