Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Tragis Kasus Pembulian Remaja di Thailand, Alat Kelaminnya Disuntik Lilin Lebah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi remaja yang menjadi korban pembulian.

TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang remaja Thailand berusia 15 tahun hampir kehilangan penisnya setelah teman sekolahnya memaksanya untuk disuntik lilin lebah dan merekam video prosedur untuk memerasnya.

Ibu korban mengklaim bahwa kejadian tersebut terjadi di sekolah putranya di provinsi selatan Nakhon Si Thammarat pada 1 Agustus namun kasusnya belum berkembang karena sekolah tidak mau bekerja sama dalam penyelidikan.

Baca juga: 5 Tempat Belanja Makanan Sehat yang Murah dan Lengkap di Bangkok Thailand

Ilustrasi remaja yang alami pembulian. (Unsplash/Simran Sood)

Baca juga: 5 Pusat Perbelanjaan Terbaik di Bangkok, Cocok Buat Kamu yang Ingin Berburu Oleh-oleh Khas Thailand

Dilansir dari thethaiger, kepala sekolah juga mengancam akan mengeluarkan korban jika pihak keluarga tidak membatalkan kasus tersebut.

Sang ibu mengatakan dia memutuskan untuk mencari bantuan dari selebriti media sosial Kannarat “Gun” Pongpaiboonwet karena dia merasa kasihan pada putranya dan ingin sekolah bertanggung jawab atas masalah tersebut.

Baca juga: 5 Hotel Hits di Koh Samui Thailand, Ada yang Lokasinya Dekat Patung Big Buddha

Baca juga: 5 Kebun Binatang Terbaik di Thailand, Cocok Buat Kamu yang Ingin Liburan Bareng Anak

Sang ibu mengatakan pihak sekolah memberinya 1.000 baht beserta sekeranjang hadiah namun tidak menanggapi masalah ini dengan serius.

Sang ibu mengatakan kepada media bahwa putranya diseret ke kamar mandi oleh siswa yang lebih tua.

Satu penyerang meletakkan sepotong lilin lebah pada sendok, membakar sendok tersebut untuk melelehkan lilin lebah, dan menyuntikkan lilin lebah yang telah meleleh tersebut ke dalam penis putranya.

Anak laki-laki tersebut juga mengatakan kepada ibunya bahwa geng tersebut merekam tindakan tersebut di kamar mandi dan mengancam akan menyebarkan video tersebut ke publik jika dia memberi tahu siapa pun tentang kejadian tersebut.

Menurut korban, kelompok penyerang tersebut mengatur dirinya sebagai mafia.

Mereka menjual minuman kratom dan merokok di sekolah dan para guru menutup mata.

Usai penyerangan, komplotan tersebut berangkat ke sekolah seperti biasa, sementara korban dirawat di rumah sakit karena mengalami luka serius.

Baca juga: 3 Kota di Thailand yang Merayakan Loy Krathong 2023, Intip Keunikannya

Sang ibu mengatakan alat kelamin anaknya bengkak dan penisnya hampir terpotong.

Dia mencari pengobatan untuk putranya di banyak rumah sakit tetapi kondisinya tidak membaik.

Dokter RS ​​Lelux Jirawee Chantaranukul mengatakan, korban menderita baik fisik maupun mental.

Cedera ini dianggap mengancam jiwa dan dapat berkembang menjadi kanker di kemudian hari.

Halaman
12