Namun saat itu proses evakuasi mengalami banyak kendala, sehingga korban baru dapat dievakuasi beberapa hari setelah kejadian.
"Terkendala medan tempat jatuhnya korban agak sulit untuk dijangkau," tutur pemandu pendakian Gunung Rinjani, Anka Songket kepada Kompas.com.
Tim evakuasi menuju lokasi kejadian pada Senin (22/8/2022) pukul 03.00 WITA dan tiba di puncak Gunung Rinjani pukul 09.45 WITA.
Baca juga: 10 Pendaki Tewas Tertimbun Longsor Salju Himalaya, Puluhan Lainnya Belum Ditemukan
Baca juga: Viral Kelakuan Buruk Pendaki Kencing di Kawah Gunung Bromo, Begini Tanggapan Pihak Balai Wisata
Tim kemudian melakukan asesmen, menyiapkan peralatan, dan turun mengevakuasi korban sejak pukul 10.15 WITA.
Selanjutnya pada pukul 14.22 WITA, korban berhasil dievakuasi dan dimasukkan ke kantung jenazah.
Pukul 15.05 WITA, tim membawa jenazah turun menuju Pelawangan Sembalun, lalu ke Posko Evakuasi di Sembalun.
"Terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu hingga jenazah korban berhasil dievakuasi," bunyi keterangan tersebut.
Sebagai informasi, puncak Gunung Rinjani sebenarnya tidak terlalu luas untuk berfoto-foto, dilaporkan Kompas.com.
Terutama di sisi barat puncak yang lokasinya menghadap ke tebing curam.
Untuk itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Dwi Pangestu mengingatkan kepada Trekking Organizer (TO), guide (pemandu), dan porter untuk lebih menjaga tamunya.
"Dan lebih berhati-hati di lokasi yang berbahaya," tambah dia.
Ia menyebutkan, pendaki sebenarnya telah diberi pengarahan sebelum masuk ke jalur pendakian.
Bahkan sejak memesan tiket, pendaki sudah harus membaca dan menyetujui prosedur operasi standar yang berlaku.
Pihak Balai TNGR rencananya akan menambah papan imbauan petunjuk dan larangan, serta memasang tanda pembatas dan railing, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sandiaga Uno angkat bicara
Baca tanpa iklan