Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Viral Kelakuan Buruk Pendaki Kencing di Kawah Gunung Bromo, Begini Tanggapan Pihak Balai Wisata

Editor: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kawasan Wisata Gunung Bromo

"Uangnya mana lima puluh ribu," ujar penunggang kuda kepada si perekam dengan nada tinggi.

"Oh harus gitu ya? Nggak boleh? Hapus-hapus." kata si perekam saat diminta bayar lima pulih ribu.

Wisatawan yang merekam pria penunggang kuda berjaket ungu tersebut sempat bertanya apakah ia tidak boleh merekam kuda.

Namun, pemilik kuda tetap meminta wisatawan membayar Rp 50 ribu rupiah.

"Lho situ nyuting nggak bilang-bilang dari belakang. Walaupun dihapus mana uangnya," ujar penunggang kuda.

"Oke-oke," demikian jawab si perekam.

Penjelasan Pengelola Gunung Bromo

Dikutip TribunTravel dari laman Kompas.com, Selasa (21/6/2022), Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sarif Hidayat mengungkapkan, video tersebut kemungkinan terjadi karena kesalahpahaman.

"Kalau saya liat dari videonya sepertinya kesalahpahaman kode etis, antara yang ambil video dengan yang bersangkutan (pemilik kuda). Sementara itu sih menurut saya," terang Sarif saat dihubungi Kompas.com (20/6/2022).

Saat ini pihaknya sedang menyelidiki tindak pemalakan wisatawan tersebut.

"Saya masih cross check," tutur Sarif.

Secara terpisah, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Nandang Prihadi juga menyebutkan video tersebut terjadi karena kesalahpahaman antara kedua pihak.

"Yang ambil video mengabadikan tanpa izin atau tanpa menyampaikan ke penyedia jasa kuda," jelasnya kepada Kompas.com, Senin (20/6/2022).

Ia menambahkan, kesalahpahaman itu bisa terjadi lantaran penyedia jasa kuda merasa tersinggung atas tindakan wisatawan yang merekam secara diam-diam.

"Kan mestinya bilang dulu ke yang bersangkutan (penyedia jasa kuda)," ungkapnya.

Halaman
1234