Hanya sapi yang makan rumput yang terinfeksi kista cacing.
Diketahui, penyebaran cacing tersebut bermula dari siput yang lebih dahulu terinfeksi telur cacing melalui feces atau kotoran sapi.
"Lalu larva cacing keluar dari siput dan menempel di rumput, ketika rumput dengan kista cacing dimakan sapi, maka sapi terinfeksi," jelasnya dikutip dari Kompas.com, Kamis (14/7/2022).
Meski begitu, keberadaan cacing tersebut tidak membahayakan kesehatan sapi.
Baca juga: Viral di Medsos, Stut Motor Mogok Bisa Kena Tilang dan Didenda Rp 250 Ribu, Benarkah?
Apa masih boleh di makan?
Babat yang ditempeli cacing parasit atau Paramphistomum ternyata masih bisa dimakan.
Alasannya, kata Aji, infeksi cacing Paramphistomum tidak menular kepada manusia, sehingga tidak berisiko zoonosis.
"Jadi untuk masyarakat tidak perlu cemas, tidak ada resiko kesehatan," ungkapnya.
Namun, Aji menyarankan agar babat yang ditempeli cacing dibersihkan sampai benar-benar bersih.
"Jadi setelah dibersihkan, babat sudah layak konsumsi," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Viral Cacing Berwarna Merah di Babat Sapi, Apa Masih Aman Dikonsumsi? Ini Kata Dokter
Baca tanpa iklan