Kasus Covid-19 Menurun, Arab Saudi Tak Lagi Wajibkan Masker di Ruang Terbuka

Penulis: Sinta Agustina
Editor: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jemaah umrah berdoa di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi

Melansir Al Jazeera, Masjidil Haram telah kembali beroperasi dengan kapasitas penuh untuk pertama kalinya sejak pandemi virus corona dimulai.

Baca juga: Arab Saudi Resmi Buka Pintu Umrah Bagi Jemaah Asal Indonesia, Kapan Dimulai?

Pada Minggu pagi, penanda lantai yang memandu orang untuk menjaga jarak sosial di dalam dan sekitar Masjidil Haram telah dihapus.

Petugas melepas penanda jarak sosial di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Minggu (17/10/2021). (arabianbusiness.com)

"Hal ini sejalan dengan keputusan untuk melonggarkan tindakan pencegahan dan mengizinkan jemaah dan pengunjung Masjidil Haram dalam kapasitas penuh," sebuah pernyataan resmi yang disampaikan Saudi Press Agency (SPA).

Penghapusan aturan jarak sosial juga berlaku di Masjid Nabawi Madinah mulai Minggu, dilaporkan BBC.

Meski aturan jarak sosial telah dihapus, namun pihak berwenang mengatakan bahwa jemaah harus sepenuhnya divaksinasi terhadap virus corona.

Sejauh ini, Arab Saudi telah melaporkan lebih dari 547.000 kasus virus corona dan 8.760 kematian.

Sementara itu, sekira 20,6 juta dari 34,8 juta penduduk Arab Saudi telah mendapat suntikan vaksinasi.

Vaksin yang diakui di Arab Saudi

Setidaknya ada enam vaksin yang diterima dan diakui di Arab Saudi sebagai syarat perjalanan internasional.

Enam vaksin tersebut juga diberlakukan bagi calon jemaah umrah yang akan masuk ke Arab Saudi.

Di antaranya Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Johnson & Johnson, Moderna, Sinovac, dan Sinopharm.

Baca juga: Arab Saudi Buka Perbatasan, Bolehkah Jemaah dengan Vaksin Sinovac Lakukan Ibadah Umrah?

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Clinical Trial Arena)
Halaman
123