Ada Maskapai Tak Mau Angkut Penumpang yang Refund Tiket Selama Pandemi, Bagaimana Ceritanya?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pesawat maskapai Ryanair

TRIBUNTRAVEL.COM - Maskapai Ryanair kembali memberlakukan larangan bagi para penumpangnya.

Kali ini, larangan bukan lagi ditujukan bagi para penumpang yang belum divaksinasi.

Larangan terbang justru ditujukan kepada para penumpang penerima pengembalian dana (refund) dari penerbangan yang terdampak Covid-19.

Melansir laman Express.co.uk, Rabu (20/10/2021), para penumpang dengan kriteria tersebut baru diperbolehkan terbang kembali bersama Ryanair setelah mengembalikan kembali dana yang telah diterima terkait refund.

Baca juga: Maskapai Jepang Jual Tiket Pesawat All You Can Fly, Terbang ke Manapun Sebulan Mulai Rp 2 Jutaan

Beberapa penumpang Ryanair yang memesan penerbangan tahun ini diberitahu oleh maskapai bahwa mereka hanya bisa terbang jika mereka mengembalikan pengembalian dana.

MoneySavingExpert berbicara dengan 3 penumpang yang diberitahu bahwa mereka tidak bisa terbang lagi sampai mereka mengembalikan uangnya.

Ilustrai pesawat Ryanair (Instagram/ ryanair)

Jumlah uang yang dikembalikan antara 400-630 pound sterling.

Sebelumnya, Ryanair diketahui sempat menolak untuk mengembalikan dana tersebut.

Namun pada akhirnya, penumpang yang terkena dampak dilaporkan menerima pengembalian uang mereka dari perusahaan kartu kredit melalui proses 'chargeback'.

Baca juga: Maskapai Selandia Baru Tawarkan Layanan Vaksinasi di Pesawat, Tiketnya Habis dalam 5 Jam

Baca juga: Uniknya Seragam Pramugari Maskapai Ukraina, Tak Lagi Pakai Rok dan High Heels

Penumpang yang terkena dampak awalnya memesan penerbangan Ryanair untuk musim panas 2020.

Penerbangan memang tidak dibatalkan, tetapi mereka memilih untuk tidak melakukan perjalanan karena pemerintah setempat menyarankan untuk tidak mengunjungi tujuan tersebut.

Setelah meminta pengembalian dana kepada Ryanair dan maskapai menolak melakukan pembayaran, penumpang tersebut beralih ke bank tempat mereka dapat mengklaim uang tunai dari pengecer jika layanan yang dibayarkan tidak diterima.

Baca juga: Maskapai Ini Kenalkan Cara Unik Agar Penumpang Bisa Menghindari Duduk Dekat Anak-anak di Pesawat

Beberapa bulan setelah itu, penumpang kemudian memesan liburan untuk musim panas 2021.

Awalnya memang tak ada masalah, tetapi ketika mencoba untuk check-in, mereka menemukan bahwa Ryanair ingin menagih kembali uang yang telah direfund.

"Bepergian dengan pembatasan Covid membuat stres tetapi permintaan pembayaran yang sama sekali tidak terduga ini membawa tekanan ke tingkat yang baru," ucap seorang penumpang.

"Cukup mengejutkan ketika saya mencoba untuk check-in online tiga hari sebelum bepergian dan menemukan permintaan ini," tambahnya.

Ryanair memang menawarkan untuk mengembalikan uang untuk penerbangan tahun ini jika tiga penumpang itu tidak membayar chargeback.

Namun, maskapai bertaraf rendah ini menjelaskan dalam T&C-nya bahwa jika penerbangan dilanjutkan, uang itu tidak dapat dikembalikan.

Baca juga: Maskapai dari AS Beri Gaji Tambahan Buat Pramugari & Semua Karyawan yang Sudah Vaksin

Baca juga: 10 Maskapai Terbaik di Dunia Tahun 2021, Qatar Airways Duduki Peringkat Pertama

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.