Soroti Tingginya Limbah Makanan, Seniman Lakukan Aksi Buang 1.000 Butir Beras Emas Murni

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi - Limbah Makanan.

TRIBUNTRAVEL.COM - Fenomena limbah makanan banyak terjadi di sejumlah negara.

Setiap harinya ada puluhan ribu ton limbah makanan yang terbuang begitu saja.

Hal inilah yang menarik perhatian seorang seniman untuk melakukan aksi protesnya dengan membuang 1000 butir beras yang terbuat dari emas murni.

Baca juga: Maskapai Jepang Jual Tiket Pesawat All You Can Fly, Terbang ke Manapun Sebulan Mulai Rp 2 Jutaan

Dilansir dari Oddity Central, Selasa (19/10/2021), seniman yang tinggal di Shanghai Yang Yexin pun harus menerima banyak kritik karena membuang 1.000 butir beras emas murni senilai 200 ribu yuan atau Rp 439 juta.

Aksi membuang butir beras emas murni ini merupakan bagian dari karya seni pertunjukan untuk menyoroti limbah makanan saat ini.

Butiran beras yang terbuat dari emas murni. (Oddity Central)

Yang Yexin membuang 1.000 butir beras emas murni tersebut ke tempat sampah, saluran, air, rumput dan Sungai Huangpu.

Aksinya dilakukan guna menarik perhatian masyarakat modern pada limbah makanan.

Untuk membuat butir beras ini diperlukan sekira 500 gram emas murni yang dibuat oleh toko perhiasan sesuai dengan ukuran butir beras asli.

Baca juga: Buka Kembali, Singapura Terima Turis Asing yang Sudah Divaksin dari 8 Negara Ini

Baca juga: 5 Bakso Enak di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang usai Liburan ke Taman Margasatwa Ragunan

Seni pertunjukan yang aneh itu berlangsung di Shanghai pada 13 Oktober 2021, dan rekaman video yang dirilis oleh Yang Yexin dengan cepat menjadi viral.

seniman Yang Yexin melakukan aksi protes dengan membuang 1000 butir beras emas murni. (Oddity Central)

Namun, pesan yang ingin disampaikan Yang justru mendapat kritikan dari warganet.

Ada yang menuduhnya menciptakan seni palsu dan terlalu mencolok dalam usaha menyoroti limbah makanan.

"Kenapa emas? Bagi saya sepertinya dia membuat lelucon tentang limbah makanan dengan pamer secara mencolok," tulis salah satu orang di Weibo.

"Lebih baik mendukung daerah yang terkena bencana alam dan menggunakan uang itu untuk membeli hasil panen bagi mereka yang kehilangan hasil panennya karena banjir," komentar orang lain.

Terlepas dari kritikan besar-besaran di media sosial, Yang Yexin bersikeras bahwa keputusannya untuk membuang 1.000 butir beras emas murni itu dibenarkan, karena hal itu merupakan bagian dari seni.

"Seseorang hampir tidak dapat menganggap serius tindakan sampah sampai diperbesar ke tingkat yang ekstrem seperti ini," jelas seniman itu.

"Membuang makanan sama saja dengan membuang emas. Emas adalah bagian dari tanah bumi sementara membuang nasi yang dimasak akan menjadi ancaman bagi lingkungan kita," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Pertama-tama, saya pikir orang terlalu menyukai emas, jadi ketika saya membuang emas, semua orang ketakutan."

"Tetapi jika saya membuang makanan yang sangat baik, hampir tidak ada orang yang akan memperhatikan," sambungnya.

Meskipun penampilan Yang Yexin baru-baru ini dikritik oleh masyarakat umum, adegan artistik di Tiongkok telah mendukung pembelaannya, mengklaim bahwa banyak dari kritikusnya melewatkan pesan kuat yang coba disampaikan oleh Yang.

Untungnya, seniman tersebut berusaha sebaik mungkin untuk menjelaskan alasannya dengan membalas komentar yang menuduhnya membuang-buang uang yang bisa bermanfaat bagi anak-anak di daerah pegunungan yang miskin.

Halaman
12