Pramugari Jelaskan Kenapa Penumpang Tak Boleh Gembungkan Pelampung saat Masih di Pesawat

Penulis: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pramugari mencontohkan pemakaian jaket pelampung di pesawat

TRIBUNTRAVEL.COM - Insiden darurat pesawat memang menjadi salah satu hal yang ditakutkan oleh beberapa penumpang.

Seperti pertengkaran dalam kabin, kerusakan mesin, hingga kecelakaan pesawat.

Namun tahukah traveler, ternyata pramugari melarang setiap penumpang untuk menggembungkan jaket pelampung dalam kabin meski dalam kondisi insiden darurat pesawat?

Dalam forum Reddit, seorang pramugari menjelaskan alasannya.

Baca juga: Kenapa Pramugari Selalu Menyapa Penumpang saat Naik Pesawat?

Jadi, kenapa penumpang tak boleh mengembangkan jaket pelampung di pesawat bahkan sudah tahu kalau akan jatuh di air?

Pramugari mencontohkan pemakaian jaket pelampung di pesawat (alamy.com)

Pramugari yang tak menyebutkan identitasnya ini mengatakan, "JANGAN menggembungkan jaket pelampung jika terjadi kecelakaan pesawat, sampai anda benar-benar meninggalkan pesawat."

"Jika pesawat masuk ke dalam air dan anda menggembungkan pelampungnya di dalam pesawat, anda akan tenggelam sebelum sempat keluar dari pesawat."

"Orang-orang biasanya panik dan ingin segera menggembungkan pelampung setelah mereka memakainya. Tapi itu justru akan mengacaukan diri sendiri," terusnya.

Seorang mantan pilot menambahkan alasannya, bahwa itu juga dapat menyebabkan masalah lain apabila jaket pelampung terlepas dari badan penumpang.

"Jika kabin rusak dalam kecelakaan pesawat, kemungkinan besar jaket pelampung anda akan robek atau meletus seperti balon," tuturnya.

Baca juga: Video Viral Penumpang Wanita Merasa Dilecehkan karena Pakai Crop Top di Pesawat

Pramugara mencontohkan pemakaian jaket pelampung di pesawat (alamy.com)

Pengguna Reddit yang menyimak pun memberikan komentarnya.

"Saya bekerja untuk produsen perangkat ini, dan akan menambahkan bahwa ketika jaket pelampung mengembang, pelampung menjadi sangat kaku dan membatasi leher anda ke posisi menghadap ke atas. Ini bisa membuat anda tidak tenggelam, jika anda tidak sadarkan diri."

"Oleh karena itu, penumpang akan secara efektif mencoba melarikan diri dari ruang terbatas, terburu-buru, dengan penyangga leher besar yang melumpuhkan yang sekeras batu."

Sebagai contoh yang dikutip dari The Sun, dalam sebuah kecelakaan pesawat pada 1996 silam, mengakibatkan kematian 125 dari 175 penumpang.

Dikatakan bahwa mereka gagal dalam menyadari penggunaan alat keselamatan tersebut.

Baca juga: Syarat Naik KRL Mulai 8 September, Penumpang Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Lalu pada 23 November 1996, Ethiopian Airlines penerbangan 961 dibajak, yang mengakibatkan pendaratan darurat pesawat ke dalam air.

Namun penumpang langsung menggembungkan pelampung di dalam kabin posisi pesawat masih berada di atas air.

Kabin kemudian terisi air penuh sehingga membuat semua orang terjebak di dalam karena jaket pelampung mereka yang mengembang dan mereka tidak dapat melarikan diri.

Lalu, kapan waktu terbaik menggembungkan jaket pelampung saat di pesawat?

Waktu terbaik untuk memakainya, menurut para ahli, adalah saat berada di pintu keluar darurat, tepat sebelum meninggalkan pesawat.

(TribunTravel.com/ Nurul Intaniar)

Baca juga: Ibu dan 3 Anak Positif Covid-19 Jalan-jalan Naik Kereta, 17 Penumpang dan 6 Kru Harus Dikarantina

Baca juga: Penumpang Pria Ngamuk di Pesawat, Menggeram pada Awak Kabin & Teriakkan Nama Joe Biden