Pulau Paling Utara di Dunia Ditemukan, Luasnya Hanya 30 Meter

Ilustrasi dataran di Greenland.

TRIBUNTRAVEL.COM - Para ilmuwan telah menemukan sebuah pulau baru di lepas pantai Greenland.

Mereka mengklaim bahwa pulau itu merupakan titik daratan paling utara di dunia.

Melansir laman The National, Selasa (31/8/2021), pulau kecil di lepas pantai Greenland yang ditemukan terdiri dari lumpur dasar laut serta moraine.

Seperti diketahui, moraine merupakan tanah dan batu yang ditinggalkan oleh gletser yang bergerak.

Baca juga: Ram Kand Mool, Umbi Raksasa yang jadi Camilan Lezat di India, Asal-usulnya Bingungkan Ilmuwan

Ukuran pulau tidak terlalu lebar, hanya sekira 30 meter dan memiliki puncak sekira 3 meter.

Tim ilmuwan yang menemukan pulau mengatakan bahwa mereka akan merekomendasikannya untuk diberi nama 'Qeqertaq Avannarleq'.

Ilustrasi dataran paling utara di Greenland (Flickr/ Francesco Paroni Sterbini)

Nama tersebut memiliki arti 'pulau paling utara' di Greenland.

"Bukan niat kami untuk menemukan pulau baru," kata penjelajah kutub dan kepala fasilitas penelitian Stasiun Arktik di Greenland, Morten Rasch.

"Kami hanya pergi ke sana untuk mengambil sampel," imbuhnya.

Baca juga: Viral di Medsos, Pengguna TikTok Temukan Tempat-tempat Aneh di Bumi saat Menjelajah Google Earth

Baca juga: Nelayan di Pulau Bawean Temukan Dua Guci Kuno Bersejarah, Diduga Berasal dari China

Penemuan itu pertama kali dilaporkan sebelumnya pada hari Jumat (27/8/2021), oleh surat kabar Denmark Weekendavisen.

Para ilmuwan awalnya mengira mereka telah tiba di Oodaaq, sebuah pulau yang ditemukan oleh tim survei Denmark pada tahun 1978.

Ketika memeriksa lokasi yang tepat, mereka menyadari bahwa telah mengunjungi pulau lain yang berjarak 780 meter ke arah barat laut.

Baca juga: Tak Disangka, Ratusan Ribu Tulang Hewan & Manusia Ditemukan Dalam Gua Misterius di Arab Saudi

"Kami enam orang di dalam helikopter kecil, dan ketika kami mencapai posisi Pulau Oodaaq, kami tidak dapat menemukannya," kata Rasch seraya menambahkan bahwa peta tidak terlalu akurat di kawasan tersebut.

"Jadi, kami baru saja mulai mencari pulau itu. Setelah beberapa menit yang sangat menegangkan, kami mendarat di kumpulan lumpur, endapan moraine, dan kerikil aneh yang tidak bervegetasi dan dikelilingi oleh lautan es di semua sisi, bukan tempat yang sangat ramah," ungkapnya.

Setelah ekspedisi rampung, tim melakukan banyak diskusi dengan para ahli terkait penemuan tersebut.

Akhirnya, mereka menyadari bahwa secara tidak sengaja benar-benar menemukan pulau paling utara di dunia.

Pengusaha Swiss Christiane Leister, pendisi Yayasan Leister yang mendanai ekspedisi mengatakan, "Semua orang senang bahwa kami menemukan apa yang kami pikir adalah pulau Oodaaq."

"Ini seperti penjelajah di masa lalu, yang mengira mereka mendarat di tempat tertentu, tetapi sebenarnya menemukan tempat yang sama sekali berbeda," imbuhnya.

Baca juga: Tak Disangka, Warga Temukan Peninggalan Nazi saat Beres-beres Rumah Usai Banjir

Baca juga: Bikin Heboh! Pria Temukan Ikan Unik Bergigi Manusia saat Memancing

(TribunTravel.com/Mym)

Baca selengkapnya soal artikel viral di sini.