Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin memerintahkan komisi khusus untuk mencari tahu apa yang terjadi pada pesawat itu.
Tim khusus diluncurkan untuk menangani kasus ini, tindakan normal ketika sebuah pesawat hilang atau jatuh di Rusia.
Rusia, yang pernah terkenal dengan kecelakaan pesawat, telah meningkatkan catatan keselamatan lalu lintas udaranya dalam beberapa tahun terakhir.
Tetapi perawatan pesawat yang buruk dan standar keselamatan yang lemah masih terjadi, dan negara itu telah mengalami beberapa kecelakaan udara yang mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
An-26 adalah pesawat angkut sipil dan militer turboprop bermesin ganda, dirancang dan diproduksi di Uni Soviet dari tahun 1969 hingga 1986.
Pada bulan Agustus, sebuah pesawat turboprop South West Aviation An-26 jatuh saat lepas landas dari Bandara Juba di Juba, Sudan Selatan.
Sebulan kemudian An-26 jatuh ke tanah saat mendarat di dekat kota Chuguyev di timur Ukraina, menewaskan 22 dari 28 orang di dalamnya.
Kecelakaan udara besar terakhir di Rusia terjadi pada Mei 2019, ketika Sukhoi Superjet milik maskapai penerbangan berbendera Aeroflot mendarat darurat dan terbakar di landasan pacu bandara Moskow, menewaskan 41 orang.
Baca juga: Syarat Melakukan Perjalanan Domestik Selama PPKM Darurat dari Kereta Api hingga Pesawat Terbang
Pada Februari 2018, pesawat Saratov Airlines An-148 jatuh di dekat Moskow tak lama setelah lepas landas, menewaskan semua 71 orang di dalamnya.
Penyelidikan kemudian menyimpulkan kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan manusia.
Insiden udara non-fatal yang mengakibatkan penerbangan dialihkan dan pendaratan darurat juga pernah terjadi di Rusia.
Pada Agustus 2019, penerbangan Ural Airlines yang membawa lebih dari 230 orang melakukan pendaratan ajaib di ladang jagung Moskow setelah sekawanan burung tersedot ke dalam mesin tak lama setelah lepas landas.
Pada Februari 2020, Utair Boeing 737 yang membawa 100 orang mendarat di darurat di Rusia utara setelah sistem pendaratannya tidak berfungsi.
Seluruh penumpang pesawat dan awaknya selamat.
Baca juga: Cara Reschedule Tiket Pesawat Citilink via Traveloka, Mudah dan Praktis
Ambar Purwaningrum/TribunTravel
Baca tanpa iklan