Awalnya Zoey bersedia mengambil cuti tanpa bayaran pada September 2020.
Di tengah ketidakpastian masa depan karirnya di dunia penerbangan, Zoey mengikuti beberapa kursus dasar bidang anatomi dan fisiologi untuk menjadi instruktur kebugaran sepenuhnya.
Meskipun belum mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pramugari, Zoey sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai pelatih di F$.
Ia juga mengungkapkan besaran gaji sebagai instruktur kebugaran "hampir sama" dengan yang ia terima sebagai pramugari.
Menurut Zoey, bekerja sebagai instruktur kebugaran tidak stres karena dia tidak lagi berurusan dengan penumpang yang sulit diatur.
Belum lagi jadwal terbang yang tidak menentu selama menjadi pramugari membuat Zoey mengalami kelelahan fisik.
Namun, pekerjaan sebagai instruktur kebugaran bukan berarti tidak ada kesulitan.
Zoey yang terbiasa bicara dengan lembut kepada penumpang, sekarang harus memimpin kelas senam beranggota 16-18 siswa.
Setelah memulai karir barunya hampir setengah tahun, Zoey kembali dihadapkan masalah.
Singapura kembali memberlakukan pengetatan Fase 2, termasuk melarang olahraga berat di studio kebugaran dalam ruangan.
Studio kebugaran tempat Zoey bekerja, F45 pun harus ditutup sementara.
Akibatnya, Zoey yang biasanya mengisi 30 kelas per minggu harus mengurangi jadwalnya.
Saat ini Zoey sibuk mengadakan kelas online dan di luar ruangan.
Ia menggunakan waktu ekstra untuk istirahat dan menyiapkan ujian kebugaran esok hari.
Meski mengalami hambatan dalam karirnya, baik sebagai pramugari maupun instruktur kebugaran, Zoe mengaku masih bersyukur memiliki pekerjaan selama pandemi Covid-19.
Baca tanpa iklan