Sakit Perut, Pengemudi Kereta di Jepang Tinggalkan Kokpit untuk ke Toilet saat Melaju 145 Km/Jam

pengemudi kereta cepat di Jepang pergi ke toilet saat kereta melaju

TRIBUNTRAVEL.COM - Kereta api merupakan transportasi favorit di Jepang karena tepat waktu dan mudah dijangkau.

Kereta api di Jepang juga terkenal memiliki sistem yang canggih, khususnya pada shinkansen atau kereta cepat di Jepang.

Tak heran jika kereta api di Jepang menjadi transportasi umum paling diminati masyarakat maupun wisatawan.

Bicara soal kereta api di Jepang, baru-baru ini ada kejadian menarik ketika seorang pengemudi kereta pergi ke toilet dan meninggalkan ruang kemudi atau kokpit.

Setiap orang tentu pernah mengalami situasi ingin buang air pada waktu yang tidak tepat.

Namun, bagaimana jika kondisi ini dialami masinis kereta?

Haruskah mereka meninggalkan ruang kemudi tanpa sopir saat kereta melaju?

Itulah yang dialami pengemudi kereta peluru Shinkansen di Jepang.

Pria berusia 36 tahun itu tiba-tiba merasa ingin buang air saat menjalankan kereta berisi 160 penumpang.

Baca juga: TRAVEL UPDATE: Asyiknya Berlibur ke Sakura Hills Tawangmangu, Ada Banyak Spot Foto Keren Ala Jepang

Baca juga: Jelajah Hiroshima Peace Memorial Museum Jepang, Saksi Bisu Serangan Nuklir Pertama di Dunia

Baca juga: Resep Kue Ikan Enak Khas Jepang, Cocok Jadi Sajian Buka Puasa

Saat itu kereta melaju dengan kecepatan 90 mph atau sekitar 145 kilometer per jam.

Pengemudi kereta yang tidak disebutkan namanya itu dihadapkan pada pilihan sulit.

Namun, ia tidak bisa menahan lebih lama lagi.

Dikutip TribunTravel dari laman UNILAD, Minggu (23/5/2021), kejadian ini dialami pada 16 Mei 2021 pukul 8.15 saat pria tersebut mengoperasikan kereta Hikari No.633 rute Stasiun Atami dan Stasiun Mishima di Prefektur Shizuoka.

Ilustrasi Shinkansen di Jepang (Unsplash.com/@fikrirasyid)

Karena sudah tidak bisa menahan rasa ingin buang air, akhirnya pengemudi kereta meminta seorang kondektur untuk duduk di kursi kemudi.

Padahal, kondektur tidak terlatih mengemudikan kereta.

Tentu saja kondektur tidak mengerti jika ada masalah teknis di depannya.

Namun, kondektur yang pada saat itu bertugas mengatakan tidak menyentuh kontrol apa pun saat pengemudi meninggalkan kursinya.

Pengemudi kereta api pergi dari kokpit sekitar tiga menit.

Ia bergegas ke kamar mandi karena sakit perut.

Bahkan sang masinis tidak membicarakan kejadian ini kepada bosnya (JR Central) karena malu.

Halaman
12