Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Ramadan 2021

Melihat Keunikan Masjid Kiai Muhammad Besari Ponorogo, Kubahnya Terbuat dari Tanah Liat

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Masjid Tegalsari atau juga dikenal Masjid Kiai Muhammad Besari d Ponorogo.

TRIBUNTRAVEL.COM - Masjid-masjid bersejarah di Indonesia memang memiliki daya tarik tersendiri.

Selain untuk berwisata religi, berkunjung ke sejumlah masjid bersejarah juga dapat menambah wawasan tentang sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Terlebih saat bulan Ramadan, berwisata religi ke masjid-masjid bersejarah bisa menjadi momen ngabuburit yang asyik.

Nah, jika membahas masjid bersejarah, salah satu yang patut disinggahi adalah Masjid Masjid Kiai Muhammad Besari Ponorogo, Jawa Timur.

Baca juga: 3 Tempat Wisata Religi di Ponorogo untuk Ngabuburit, Mampir ke Masjid Agung Tegal Sari

Tempat ibadah yang juga dikenal dengan nama Masjid Tegalsari tersebut merupakan bagian dari cagar budaya di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Melansir laman Surya.co.id, Masjid Tegalsari dibangun pada tahun 1742 M.

Tempat ini menjadi salah satu objek wisata religi di Dukuh Gendol, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Lokasinya searah dengan jalur ke Pondok Pesantren Walisongo, Desa Ngabar, Kecamatan Siman dan Al-Mawadah, Desa Coper, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jawa Timur.

Sekilas, Masjid Tegalsari memiliki wajah seperti Masjid Demak dengan atap bersusun tiga.

Akan tetapi, usianya jauh lebih muda daripada masjid peninggalan Raden Patah dan Walisongo itu.

Masjid Demak dibangun pada 1466 dan Masjid Tegalsari dibangun pada 1742.

Pendirian masjid itu diprakarsai oleh Kiai Ageng Muhammad Basyari.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Religi di Semarang, Kunjungi Masjid Kapal Nabi Nuh yang Unik

Kata "Basyari" kemudian lebih dikenal dengan Besari, ia merupakan ulama yang menyebarkan Islam pertama di Bumi Reog kala itu.

Jika masuk ke dalam masjid, akan tampak 36 tiang kokoh dari kayu jati tanpa paku, semua kayu jati dikuatkan dengan pasak kayu.

Halaman
123