Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Rekomendasi Kuliner

Berburu Kue Keranjang Legendaris Khas 5 Daerah di Indonesia, Buat Perayaan Imlek Lebih Bermakna

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kue keranjang yang hanya ditemui saat Imlek ternyata memiliki banyak arti bagi masyarakat Tionghoa.

TRIBUNTRAVEL.COM - Kue keranjang merupakan sajian tradisional yang wajib ada saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Disebut juga sebagai nian gao, kue keranjang memiliki nilai filosofis yang cukup tinggi, sebagai lambang harapan untuk keluarga agar selalu bersatu dan rukun.

Di Indonesia sendiri sudah banyak dijajakan kue keranjang apalagi saat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek seperti ini.

Agar perayaan imlek tahun ini lebih bermakna, kamu bisa mencicipi kue keranjang yang paling legendaris dari berbagai daerah di Indoensia.

Kue keranjang legendaris ini selain memberikan rasa yang legit juga memiliki ciri khas yang klasik dan otentik.

Baca juga: 7 Tempat Belanja Kue Keranjang di Indonesia untuk Tahun Baru Imlek 2020

Berikut adalah sejumlah rekomendasi kue keranjang dari berbagai daerah di Indonesia:

1. Kue Keranjang Ny Lauw, Tangerang

Kue keranjang Nyonya Lauw (Instagram/ @feblu)

Pamor kue keranjang Ny Lauw mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar warga Tangerang.

Hal ini disebabkan karena keberadaannya yang sudah eksis sejak 1962.

Ciri khas dari kue keranjang Ny Lauw terletak pada proses pembuatannya yang masih tradisonal, sehingga tidak heran jika rasa nya sangat otentik dan klasik.

Dalam proses pembuatannya, mula-mula beras ketan ditumbuk, dimasak dalam waktu yang cukup lama bahkan cetakannya pun masih dilapisi daun pisang.

Saking terkenalnya kue keranjang Ny Lauw ini dalam satu hari mampu memproduksi hingga 1 ton adonan kue keranjang.

2. Kue Keranjang Eng Hwat, Semarang

Ilustrasi kue keranjang Eng Hwat. (reservasi.com)

Kue Keranjang Eng Hwat merupakan kue keranjang legendaris di semarang yang sudah ada sejak 1974.

Berlokasi di Jalan Kentangan Tengah 67 kue keranjang Eng Hwat masih di produksi dalam skala rumahan.

Halaman
123