Seluruh Tempat Wisata di Banyumas Diizinkan Beroperasi Selama Masa Perpanjangan PPKM

Penulis: Muhammad Yurokha May
Editor: Nurul Intaniar
Jembatan Kaca di Caping Park, Baturaden, menjadi destinasi baru di Banyumas.

Bagi orang-orang dengan gejala sakit pernapasan dilarang masuk.

Misalnya, sakit batuk, flu, dan sesak napas.

Pengunjung saat menikmati kolam pemandian di tengah sawah dan bukit di Wisata Pagubugan, Desa Melung, Kabupaten Banyumas, Kamis (13/6/2019) (TRIBUNJATENG.com | Permata Putra Sejati)

Pengelola tempat usaha juga harus mendorong pembayaran yang dilakukan secara nontunai.

Bagi tempat kuliner seperti restoran, rumah makan, warung makan, dan kafe diizinkan untuk makan dan minum di tempat tapi jumlah pengunjungnya maksimal 25 persen dari kapasitas.

Jam operasional yang berlaku untuk tempat kuliner hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Sementara untuk layanan makanan atau minuman dengan pesan antar atau dibawa pulang hanya sampai pukul 21.00 WIB.

Untuk tempat-tempat usaha lainnya, seperti toko, pasar modern, pusat perbelanjaan, mall, dan lain-lain jam operasionalnya dibatasi pukul 07.00 – 20.00 WIB saja dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas.

Khusus untuk spa, tempat karaoke, dan tempat hiburan lainnya masih belum diperbolehkan buka selama masa PPKM diperpanjang ini.

Perbup ini berlaku mulai 26 Januari – 8 Februari 2021.

Namun, karena jumlah kasus positif COVID-19 dan juga tingkat kematian yang terjadi di Kabupaten Banyumas relatif masih tinggi, Asis mengatakan bahwa mungkin saja nantinya tempat wisata bisa ditutup kembali lebih cepat.

Halaman
123