Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mengenal Tomboan Ngawonggo di Malang, Tempat Nongkrong yang Punya Konsep Makan Bayar Seikhlasnya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tempat nongkrong yang diberi nama Tomboan di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah tempat nongkrong di Malang mempunyai konsep yang unik dan sangat jarang ditemukan di tempat lain.

Tempat nongkrong bernama Tomboan ini tak mematok harga bagi pengunjung yang hendak mengambil makanan maupun minuman.

Tomboan berada di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Tempat nongkrong ini semakin menarik dikunjungi karena berada di antara rimbun pepohonan bambu dan suasana asri sumber air sungguh memanjakan mata dan raga.

Baca juga: 25 Tempat Wisata Instagramable di Malang untuk Liburan Akhir Tahun Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

"Konsepnya bukan warung atau cafe. Kami sediakan suguhan. Kalau mau partisipasi (uang) ditaruh aja di kotak kasir yang telah disediakan," kata Ketua Pokdarwis Desa Ngawonggo, Rahmat Yasin saat ditemui pada Jumat (6/11/2020).

Kata Rahmat, ide membuka tempat tongkrongan dengan konsep berbeda, berawal dari ide memanfaatkan potensi sumber air.

Tomboan memang terletak tak jauh dari sumber air bersejarah yang dikeramatkan warga sekitar.

"Awalnya ada pentirtaan yang pernah viral pada tahun 2017. Kemudian kami bersama warga yang peduli akan adanya pentirtaan akhirnya membuat prasarana," ujar pria berambut gondrong itu.

Sayang jika lahan sekitar sumber air tak dimanfaatkan, akhirnya Rahmat bersama warga desa terbesit sebuah ide.

Kemudian ide tersebut dituangkan Rahmat bersama warga untuk bergotong royong membuat fasilitas tempat duduk dan dapur dari bahan kayu.

"Sekitar 7 bulan lalu kami mencoba membuat suguhan. Awalnya minuman lalu tambahan jajanan dan makanan, sampai sekarang," beber Rahmat.

Setelah fasilitas tempat nongkrong sudah kelar, Rahmat kemudian membuka kunjungan bagi masyarakat yang ingin bersantai di bawah suasana sejuk pohon bambu.

Rahmat menamai tempat tongkrongan itu dengan sebutan Tomboan Ngawonggo.

Ia kemudian membuat akun Instagram agar Tomboan semakin masif dikenal.

"Tomboan itu artinya tumbuh-tumbuhan. Ngawonggo itu nama desa di sini. Kami membangun ini dengan dana swadaya dari warga," jelas Rahmat.

Halaman
12