Usai Ditutup Selama 7 Bulan, Masjidil Haram Kembali Dibuka untuk Ibadah

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Suasana di sekitar Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (14/11/2017).

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka kembali Masjidil Haram untuk beribadah pada Minggu (18/10/2020).

Sebelumnya, Masjidil Haram ditutup selama tujuh bulan karena adanya pandemi Covid-19.

Seiring dengan adanya pelonggaran aturan Covid-19, jumlah kuota umrah juga ditambah menjadi 15 ribu jemaah.

Dan warga Saudi diizinkan beribadah di dalam Masjidil Haram asalkan tetap mengenakan masker.

Baca juga: Keberangkatan Jemaah Umrah Indonesia Masih Tunggu Ijin Resmi dari Arab Saudi

Jemaah meninggalkan Masjidil Haram di Mekah, Arab Saudi, usai melaksanakan ibadah salat dzuhur, Minggu (12/11/2017). (Tribun Travel/Sinta Agustina)

Otoritas setempat mengatakannya sebagai tindakan pencegahan.

"Para warga sudah melaksanakan shalat Subuh di Masjidil Haram ini karena (pihak berwenang) mulai melaksanakan tahap kedua dari dimulainya kembali umrah secara bertahap," lapor kantor berita pemerintah Saudi Press Agency.

Sebelumnya awal bulan ini Arab Saudi mengizinkan sekitar 6.000 warga menunaikan ibadah umrah per hari, setelah ditangguhkan pada Maret karena pandemi Covid-19.

Dalam tahap kedua yang dimulai pada Minggu, jumlah jemaah umrah ditingkatkan menjadi 15.000 per hari.

Kemudian maksimal 40.000 orang termasuk jemaah umrah sekarang diperbolehkan menunaikan shalat harian di dalam masjid.

Tahap ketiga akan dijalankan pada 1 November, dengan mengizinkan masuknya pengunjung dari luar negeri.

Kuota jemaah umrah juga akan dinaikkan menjadi 20.000, dengan total 60.000 jemaah termasuk di Masjidil Haram.

Serangkaian tindakan pencegahan virus corona telah dilakukan, kata media pemerintah yang dikutip AFP.

Batu Hajar Aswad di Kabah tidak boleh disentuh, dan Masjidil Haram harus disterilkan sebelum dan sesudah datangnya kelompok jemaah.

Tonton juga:

Sensor suhu tubuh juga sudah dipasang, kata pihak berwenang Mekkah.

Biasanya jutaan Muslim berbondong-bondong mendatangi Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah setiap tahunnya.

Pihak berwenang mengatakan, umrah akan diizinkan lagi ke kapasitas penuh setelah pandemi selesai.

Pandemi juga menyebabkan Arab Saudi hanya menggelar ibadah haji dalam skala kecil pada akhir Juli.

Hanya sekitar 10.000 penduduk Muslim di sana yang diizinkan naik haji, jauh dari 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia tahun lalu.

Sejak dimulainya pandemi "Negeri Petrodollar" telah mencatat lebih dari 342.000 kasus Covid-19 dengan 5.185 kematian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masjidil Haram Buka Lagi Usai Tutup 7 Bulan, Kuota Umrah Naik Jadi 15.000"

Baca juga: Layani Penerbangan Repatriasi Mandiri ke Arab Saudi, Garuda Indonesia Beri Potongan Rp 500 Ribu

Baca juga: Arab Saudi Kembali Kejutkan Dunia dengan Hadirkan Kafe Anjing Pertama di Negaranya

Baca juga: Arab Saudi Akan Buka Ibadah Umrah, Kapan Jemaah Indonesia Bisa ke Masjidil Haram?

Baca juga: Arab Saudi Akan Buka Kembali Umrah Secara Bertahap, Peserta Wajib Daftar ke Aplikasi Ini

Baca juga: Sempat Ditangguhkan, Visa Turis Arab Saudi akan Kembali Diterbitkan pada 2021