Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Studi Ungkap Penumpang yang Duduk Dekat Jendela Pesawat Justru Lebih Rentan Tertular Covid-19

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi kursi dekat jendela pesawat

TRIBUNTRAVEL.COM - Selama ini banyak masyarakat yang beranggapan bahwa duduk di dekat jendela memiliki risiko tertular virus corona (Covid-19) lebih sedikit.

Hal itu karena anggapan bahwa kursi yang berada dekat lorong kabin pesawat akan lebih sering disentuh oleh para penumpang.

Namun belum lama ini, sebuah studi menemukan hasil yang justru berkebalikan dari pandangan masyarakat sejauh ini.

Studi tersebut mengungkap bahwa penumpang yang duduk dekat kursi jendela lebih berisiko tertular Covid-19.

Baca juga: Viral di Medsos, Kelakuan Jorok dan Tidak Sopan Penumpang Buka Sepatu di Pesawat Dikecam Warganet

Melansir dari laman thenational.ae, Jumat (9/10/2020), temuan itu berasal dari analisis rinci penumpang dalam penerbangan Qantas pada Maret 2020 lalu, saat ada 11 penumpang terinfeksi dalam pesawat tersebut.

Studi itu juga menunjukkan bahwa penumpang di bagian tengah pesawat kelas ekonomi Airbus A330 lebih rentan tertular virus daripada yang ada di belakang.

Duduk di 2 baris kursi dekat penderita covid-19 juga merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko penularan.

Para peneliti, yang berbasis di universitas dan lembaga kesehatan masyarakat di Australia Barat, tempat penerbangan Qantas mendarat, mengatakan bahwa mereka tidak menduga bahwa kursi dekat jendela memiliki risiko paparan yang lebih besar.

“Penemuan ini tidak diantisipasi mengingat pandangan masyarakat luas yang mengira bahwa penumpang di kursi dekat jendela berisiko lebih rendah untuk terpapar patogen yang menular selama penerbangan,” tulis mereka dalam Emerging Infectious Diseases.

Pandangan masyarakat luas tersebut telah didukung oleh simulasi penularan penyakit pernapasan selama penerbangan dengan jarak yang sama di Amerika Serikat.

Dari 243 penumpang dalam penerbangan 5 jam dari Sydneyke Perth, 11 di antaranya terinfeksi pada saat perjalanan.

Sembilan dari orang yang terinfeksi tersebut sebelumnya diketahui turun dari kapal pesiar, Ruby Princess pada hari yang sama.

Kapal pesiar Ruby Princess sendiri cukup terkenal karena wabah covid-19 menyebar di kapal tersebut, akibatnya ratusan orang terinfeksi dan lebih dari dua lusin meninggal.

Sebelas penumpang yang terinfeksi menyebar secara merata di seluruh bagian pesawat, dengan 6 di bagian tengah kabin dan 5 di bagian belakang.

Studi genetik tentang jenis virus corona pada penumpang menemukan bahwa penerbangan tersebut hampir pasti mengakibatkan delapan orang terinfeksi, sementara tiga lainnya memiliki kemungkinan terinfeksi.

Ilustrasi jendela pesawat (knowledgestew.com)
Halaman
12