Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Jepang Batasi Tangkapan Tuna Sirip Biru, Ikan yang Sering Digunakan Dalam Olahan Sushi dan Sashimi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ikan tuna

TRIBUNTRAVEL.COM - Tuna sirip biru merupakan ikan yang cukup populer di Jepang.

Bluefin Tuna biasanya digunakan untuk olahan sushi dan sashimi, sehingga populasinya kini semakin menurun.

Diketahui populasi tuna sirip biru saat ini kurang dari lima persen.

Inilah yang membuat negara-negara yang mengonsumsi tuna sirip biru harus membatasi jumlah tangkapan.

Ikan tuna sirip biru sudah ditangkap besar-besaran selama beberapa dekade terakhir.

Ahli konservasi pun mengatakan, penangkapan besar-besaran ini membuat spesies ini sulit berkembang.

Penangkapan ikan semacam ini juga membuat harga pasar ikan tersebut jauh lebih rendah.

Dikutip TribunTravel dari laman JapanToday, Rabu (7/10/2020), dalam laporan Netting Billions 2020: A Global Tuna Valuation menyebutkan harga pasar tujuh spesies tuna termasuk sirip biru 40,8 miliar USD per tahun 2018.

Baca juga: Naik Shinkansen dan Kereta Ekspress di Jepang Diskon 50 Persen hingga Maret 2021

Baca juga: Ungguli Jepang, Paspor Selandia Baru Kini Jadi Paspor Terkuat di Dunia

Meskipun jumlah tangkapan meningkat, tapi harganya justru turun dari 41,6 miliar USD pada tahun 2012.

Harga sebagian besar spesies tuna turun karena kelebihan pasokan ikan yang ditangkap.

Saat ini, Komisi Perikanan Pasifik Barat dan Tengah, juga Komisi Tuna Tropis Inter-Amerika melarang penangkapan ikan ilegal dan kegiatan berbahaya lain yang mengancam spesies dengan populasi sedikit.

Negara yang berpartisipasi dalam pengelolaan tuna sirip biru Pasifik berkomitmen mengurangi tangkapan dan meningkatkan populasinya hingga 20 persen pada tahun 2034.

Tuna Bluefin, Rabu (8/1/2020) (Instagram/tommaso_romani)

Jepang menjadi negara yang memegang peran penting dalam menjaga kelestarian populasi ikan tuna sirip biru.

Pasalnya, negara ini adalah yang paling tinggi mengonsumsi tuna sirip biru.

Tuna sirip biru Pasifik bertelur hampir di seluruh lautan di antara Jepang dan Korea.

Tingginya permintaan tuna sirip biru membuat jumlah tangkapan yang lebih besar.

Pekan lalu, Marine Stewardship Council memberikan sertifikasi untuk ikan sirip biru Atlantik perikanan Jepang, atas keberatan para konservasionis bahwa langkah seperti itu dapat menghambat pemulihan jangka panjangnya.

Pada 2019, Jepang melaporkan tangkapan 3.757 ton tuna kecil dan 5.132 tuna besar.

Baca juga: Jepang Akan Buka Perbatasan untuk Kunjungan Turis Asing Mulai Januari 2021

Baca juga: Resep Puding Kopi, Dessert Legendaris Jepang yang Mudah Dibuat dengan Tiga Bahan

TribunTravel.com/rizkytyas