Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

1 Muharram 2020

Menilik Uniknya Masjid Al-Irsyad Rancangan Ridwan Kamil, Terinspirasi oleh Keindahan Alam dan Kakbah

Penulis: ronnaqrtayn
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Masjid Al-Irsyad Satya, Kota Baru Parahyangan, Bandung karya arsitek Ridwan Kamil.

Oleh karena itu, kemudian Ridwan Kamil memutuskan untuk membuat Masjid Al-Irsyad berbentuk kotak dengan landscape lingkaran.

Karena bentuknya kotak, Ridwan Kamil memutuskan untuk tidak menyertakan kubah pada bangunan Masjid Al-Irsyad.

Bentuk masjid sendiri sekilas terlihat hanya seperti kubus besar layaknya bentuk bangunan Kakbah di Arab Saudi.

Menurut sang arsitek, kubah hanya bagian dari identitas budaya, sehingga ia lebih memilih untuk menampilkan identitas keislaman melalui kalimat syahadat.

Kalimat ini ditampilkannya melalui susunan bata pembentuk dinding masjid.

Dengan konsep ini, dari luar terlihat garis-garis hitam di sekujur dinding masjid.

Jika dicermati, kisi-kisi dinding dengan susunan bata bolong ini membentuk dua kalimat syahadat dalam huruf Arab.

Teknik ini menjadikan tubuh bangunan layaknya sebuah seni kaligrafi tiga dimensi dengan ukuran yang sangat besar.

Masjid Al-Irsyad di Kota Baru Parahyangan karya Ridwan Kamil. (IST/Binus.ac.id)

Selain itu, kisi-kisi tersebut berfungsi sebagai penerangan yang bersifat bolak-balik dan sangat artistik.

Siang hari, cahaya alami matahari akan menembus ke ruang dalam.

Pada momen ini, cahaya tersebut terlihat seperti sebuah elemen digital yang membentuk dua kalimat syahadat.

Pada malam hari cahaya dari dalam masjid akan memancar keluar, membentuk kaligrafi syahadat yang berpendar.

Masuk ke ruang utama masjid, sejauh mata memandang terlihat ruang kubus berkarpet merah hitam memanjang.

Tidak terlihat detail ornamen layaknya masjid pada umumnya.

Di bagian atap terdapat 99 kotak persegi yang merupakan lampu penerang.

Halaman
123