Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Fakta Unik Funazushi, Sushi Tertua di Jepang yang Menggunakan Ikan Fermentasi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Funazushi, Sushi Tertua di Jepang

TRIBUNTRAVEL.COM - Hampir semua budaya makanan di dunia mengenal teknik fermentasi.

Teknik fermentasi yang bertujuan untuk membuat makanan lebih awet ini juga diterapkan pada satu di antara jenis sushi di Jepang.

Yakni, funazushi.

Funazushi merupakan sushi yang menggunakan bahan berupa ikan yang difermentasi dan dianggap sebagai sajian mewah di Jepang.

Funazushi berasal dari prefektur Shiga dan menggunakan sejenis ikan mas yang disebut 'buna', mengutip laman news4jax.com.

Ikan mas yang masih mentah difermentasi dengan garam selama satu tahun.

Kemudian, ikan yang digarami dan telah kering tersebut dicampur dengan nasi.

Campuran ikan dan nasi ini dibiarkan terfermentasi selama tiga tahun.

Nasinya memang diganti setiap tahun, tetapi ikannya tetap sama.

Sehingga saat akan disajikan, funazushi mengeluarkan aroma yang sangat kuat, rasanya tajam dan asam.

Funazushi dapat digunakan dalam sup, digoreng dengan adonan pelapis mirip tempura, atau disajikan dengan teh hijau menjadi ochazuke.

Funazushi punya sejarah yang cukup panjang di Jepang.

Yakni, sekitar 1.000 tahun yang lalu di mana metode pengawetan makanan yang disebut 'narezushi' datang ke Jepang dari China.

Kata 'sushi' aslinya berarti ikan yang difermentasi, dan berakar di Asia Tenggara.

Menurut sejarah sushi, sushi jenis ini pertama kali terlihat dalam kitab Jepang pada abad ke-7.

Halaman
123