Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Pendaki Hilang di Gunung Butak, Kondisi Meninggal saat Ditemukan Tim SAR

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Proses evakuasi jenazah Jopi yang ditemukan meninggal oleh tim SAR

TRIBUNTRAVEL.COM - Jopi Pranata (23) warga kecamatan Junrejo, kota Batu yang hilang saat mendaki ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal.

Dilansir oleh TribunTravel dari akun Instagram sar_nasional, jenazah Jopi ditemukan di kawasan Gunung Panderman, pada Rabu (15/4) sekitar pukul 13.56 WIB.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya, I Wayan Suyatna mengatakan, jenazah Jopi ditemukan tim SAR gabungan di lokasi yang berada pada koordinat 7° 56' 19.6” S 112° 28' 30.4” E.

Jika ditarik garis lurus pada aplikasi Google Earth, maka lokasi penemuan jenazah Jopi masih di sekitar lokasi terakhir kali Ia terlihat oleh teman-teman serombongannya.

Setelah dilakukan proses packing (pengemasan) jenazah dan lain-lain, tim SAR gabungan memulai evakuasi jenazah Jopi secara estafet menuju ke Posko SAR, pada pukul 15.30 WIB.

Fakta Pendaki Hilang di Gunung Butak Kota Batu, Tanpa Izin dari Pengelola

Proses evakuasi ini memakan waktu sekitar tiga jam, sebab tim SAR gabungan harus berhati-hati saat melewati jalur dengan kendala yang cukup menantang.

Sekitar pukul 18.30 WIB, jenazah tiba di Posko SAR dan selanjutnya langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Dalam proses pencarian Jopi ini, tim SAR gabungan telah mengerahkan sebanyak tiga SRU (Search and Rescue Unit) untuk melakukan pencarian korban di tiga sektor yang telah ditentukan bersama.

Sebelumnya, Seorang pendaki hilang di Gunung Butak, Kota Batu, Malang pada Senin, 12 April 2020

Diketahui pendaki yang hilang tersebut bernama Jopi, seorang warga Dusun Gangsiran, Desa Tlekung. Kecamatan Junrejo.

Suhartono, TRC PB Kota Batu, Suhartono menerangkan jalur pendakian Gunung Butak sedang ditutup untuk sementara waktu.

Penutupan tersebut sebagai langkah antisipasi menyebarnya virus corona yang saat ini menjadi pandemi.

Suhartono menegaskan Jopi dan rombongannya yang melakukan pendakian ke Gunung Butak tanpa izin dari pihak pengelola.

“Sudah ditutup pakai banner dan ada tulisan besar di atas namun tetap melakukan pendakian tanpa izin,” ungkap Suhartono.

Petugas tengah berkomunikasi dengan para rombongan yang satu di antara mereka hilang kontak dan dalam proses pencarian. (Tribun Jatim)

Sebelumnya, sebuah laporan yang menyebutkan ada pendaki hilang kontak diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Batu.

Halaman
12