Jarang Diketahui Banyak Orang, Ini Sisi Gelap Kehidupan Pramugari

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
Ilustrasi seorang pramugari.

Sementara itu, banyak pemberitaan yang mengangkat kasus pramugari.

Mulai dari penyalahgunaan alkohol yang terjadi pada 2019, di mana seorang pramugari tampak mabuk dalam penerbangan dari Chicago menuju South Bend, Indiana.

Pada bulan yang sama, seorang karyawan Qantas harus kehilangan pekerjaannya setelah ketahuan meminum seperempat botol vodka dalam penerbangan Johannesburg menuju Sydney.

Dan tak kalah menghebohkan lagi, ketika tahun 2010, seorang pramugari JetBlue, Steven Slater membuka dan keluar dari pintu darurat pesawat sambil memegang dua kaleng bir.

Diketahui, Steven Slater memiliki gangguan bipolar dan menyalahgunakan obat-obatan terlarang saat kejadian.

Tak banyak orang yang tahu, jika beberapa kasus pramugari di atas merupakan sisi gelap kehidupan yang harus ditanggung seorang yang bekerja sebagai pramugari.

Pramugari dituntut untuk selalu melayani penumpang yang bisa saja membuat mereka merasa stres, cemas dan mendapat perlakuan tidak mengenakan.

Pramugari tawarkan minuman untuk penumpang (travelupdate.com)

Pramugari juga harus tersenyum kepada penumpang, atau mereka akan kehilangan pekerjaan dengan mudah.

Jam kerja yang melebihi batas dengan jam penerbangan yang berlangsung setiap hari tanpa henti, membuat tak sedikit pramugari mengalami gangguan kesehatan fisik dan mental.

Untuk mengatasi hal tersebut, tak sedikit juga pramugari yang menjalani gaya hidup tidak sehat dan bisa dibilang buruk.

Halaman
123