Kanal

Catat! 12 Larangan Umrah yang Harus Traveler Hindari

Ibadah umrah di Tanah Suci

TRIBUNTRAVEL.COM - Daftar larangan umrah yang harus traveler tahu saat pertama kali beribadah umrah di Tanah Suci.

Larangan umrah ini diberlakukan untuk semua calon jemaah umrah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Ada sejumlah larangan umrah yang tidak boleh traveler abaikan jika tidak ingin terkena hukuman berupa denda.

Kali ini TribunTravel akan membagikan beberapa larangan umrah bagi wanita dan pria.

Mulai dari cara berpakaian, berias, hingga tentang perilaku yang dilarang di Tanah Suci.

Melansir dari beberapa sumber, berikut TribunTravel bagikan sejumlah larangan umrah yang harus traveler simak sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Tonton juga:

1.Menutup wajah dan telapak tangan

Larangan ini diberlakukan bagi calon jemaah wanita saat melakukan ibadah umrah di Tanah Suci.

Selama ibadah umrah, jemaah wanita dilarang menutup wajah dan telapak tangan menggunakan kain apapun termasuk sarung tangan.

Namun apabila sedang berada di keramaian dan terdapat lelaki yang bukan mahromnya, jemaah wanita diperbolehkan menggunakan penutup wajah dan telapan tangan.

Ilustrasi tidak menutup wajah saat ibadah umrah (instagram/ruhina_khan01)

2. Pakai pakaian yang berjahit

Selain jamaah wanita, ada juga larangan bagi jemaah pria tentang cara berpakaian.

Jemaa pria dilarang memakai pakaian berjahit baik itu pakaian dalam maupun pakaian luar untuk ibadah umrah.

Jemaah pria hanya diperbolehkan memakai kain khusus berupa baju ihram yang tidak dijahit.

Baju ihram untuk jemaah pria pun harus menutup aurat dan tidak boleh melewati batas mata kaki.

Ilustrasi baju ihram pria untuk ibadah umrah (instagram/persada_indonesia)

3. Menggunakan penutup kepala

Cuaca di Tanah Suci memang tidak bisa ditebak, kapan hadirnya cuaca panas dan dingin saat sedang beribadah umrah.

Meski cuaca di tanah air cukup terik, namun bagi jemaah yang menjalankan ibadah umrah dilarang untuk menggunakan penutup kepala, seperti peci, topi, kain, handuk dan sejenisnya.

Jemaah hanya diperbolehkan menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik matahari.

Sebagai informasi, jemaah juga harus berhati-hati karena selama menjalankan ibadah umrah tidak diperkenankan menutup kepala menggunakan telapak tangan.

Ilustrasi tidak menggunakan penutup kepala saat ibadah umrah (instagram/reizamohammad)

4. Menyisir dan mengepang rambut

Larangan umrah berikutnya adalah menyisir dan mengepang rambut yang harus dihindari.

Jemaah umrah dilarang menyisir menggunakan sisir rambut maupun jari-jari tangan saat ibadah umrah.

Hal tersebut dikhawatirkan helaian rambut akan berjatuhan yang disebabkan karena menyisir.

Ilustrasi menyisir rambut (Huffington Post)

5.Pakai alas kaki yang menutup mata kaki

Untuk jemaah laki-laki dilarang memakai alas kaki yang menutup mata dan jari-jari kaki.

Sebagai solusi, jemaah umrah bisa menggunakan sandal jepit atau sepatu sandal yang terbuka di bagian mata kaki dan jari kaki.

Ilustrasi sandal jepit (foxnews.com)

6. Pakai wangi-wangian

Saat sudah melakukan niat ihram, jemaah dilarang menggunakan wewangian baik yang melekat di badan maupun di pakaian.

Hindari pula menggunakan minyak angin atau balsem.

Karena ke duanya mengandung aromatherapy atau wangi-wangian tambahan.

Untuk jemaah pria yang ingin menggunakan parfum, bisa menggunakan parfum yang tidak mengandung alkohol saat mandi sunnah sebelum niat umrah.

Ilustrasi wangi-wangian atau parfum (pexels.com)

7. Memotong kuku, rambut, atau bulu di badan

Saat menjalankan ibadah umrah, jemaah dilarang memotong kuku dan rambut atau bulu badan.

Sebagai solusinya, calon jemaah bisa memotong kuku dan rambut beberapa waktu sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sehingga calon jemaah umrah bisa lebih khusyuk dalam beribadah dan umrah dengan keadaan suci.

Ilustrasi memotong kuku jari tangan (whstatic.com)

8. Memburu dan membunuh binatang darat

Selama di Tanah Suci dengan niat untuk ibadah umrah, jemaah dilarang memburu dan membunuh binatang darat.

Binatang darat yang di maksudkan adalah hewan darat dan liar serta bertaring.

Namun tidak haram hukumnya bagi jemaah yang berburu hewan laut.

Ilustrasi kambing (dailygreatest.com)

9. Berhubungan suami istri

Setelah berihram, sepasang suami istri yang tengah menjalankan ibadah umrah harus menjaga jarak dan ihramnya dengan tidak melakukan hubungan suami istri.

Bagi jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah tidak diperkenankan juga bercumbu dan melakukan hal-hal lain yang bisa mengundang nafsu.

Ilustrasi gandengan tangan (Tribunnews.com)

10. Melamar, menikah atau menikahkan

Larangan melamar, menikah atau menikahkan juga harus dipatuhi jemaah yang menjalankan ibadah umrah.

Larangan ini berlaku meski calon wanita tidak sedang ihram.

Ilustrasi menikah (pexels.com)

11. Larangan berkata kotor, mencaci dan bertengkar

Setelah jemaah berihram, maka diharuskan untuk menjaga tutur kata dan ucapan.

Berucap kotor, mencaci sesuatu dan bertengkar adalah sesuatu yang dilarang.

Ilustrasi marah dan berkata kotor saat ibadah umrah (Church Times)

12. Memotong dan mencabut tanaman dari tanah

Jemaah umrah juga diharuskan menjaga kebersihan lingkungan di Tanah Suci.

Hal ini termasuk larangan memotong dan mencabut tanaman dari tanah.

Apabila jemaah umrah nekat melakukannya akan dikenakan denda yang sama beratnya seperti memburu atau membunuh binatang.

Ilustrasi mencabut tanaman dari tanah (Tribun Bali/Saiful Rohim)

Akhir Tahun, Ruben Onsu Berencana Liburan ke Italia dan Berangkatkan 25 Pegawainya Umrah

Sebelum Laksanakan Umrah Backpacker, Sebaiknya Pahami 4 Risiko Ini

7 Travel Umrah di Medan dengan Keberangkatan Awal 2020, Simak Tarif dan Fasilitasnya

7 Travel Umrah di Surabaya dengan Keberangkatan Awal 2020, Simak Tarif dan Fasilitasnya

5 Tips Merawat Kulit agar Tetap Sehat saat Menjalankan Umrah di Tanah Suci

7 Travel Umrah di Jakarta dengan Keberangkatan Awal 2020, Simak Tarif dan Fasilitasnya

(TribunTravel.com/ Nurul Intaniar)

Penulis: Nurul Intaniar
Editor: Rizky Tyas Febriani
Sumber: Tribun Travel

Berita Populer